Jumat, 29 Agustus 2014

Polisi Bandung Tangkap Penyebar Foto Syur Wanita Berseragam PNS

BANDUNG,SINAR POS -
Tim Satreskrim Polrestabes Bandung menangkap pengunggah foto adegan syur perempuan berseragam pegawai negeri sipil (PNS) Pemkot Bandung. Foto porno itu diunggah di sebuah blog dan menghebohkan dunia maya. Kepolisian Bandung mengetahui keberadaan pelaku, Sigit Priambodo (24) pada Kamis (28/8/2014). Pelaku berada di Purworejo, Jawa Tengah. Pelaku ditangkap pada Jumat (29/8/2014) dini hari dan langsung dibawa ke Mapolrestabes Bandung untuk diperiksa pada hari itu juga. "Sudah kami tangkap pelakunya, kami tangkap pelaku di Purworejo, Jawa Tengah," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Mashudi di Bandung, Jumat (29/8/2014). Menurut Mashudi, pelaku di rumahnya di Desa Tursino, RT 2 RW 1, Kecamatan Kutowarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. "Kami tangkap tanpa perlawanan, pada saat kami tangkap orangtuanya pun ada," katanya. "Kami mintai keterangan, perempuan itu pun (yang beradegan mesum) akan kita periksa juga," katanya. Dalam penangkapan itu, polisi juga menyita barang bukti berupa laptop, modem dan telepon seluler dari rumah Sigit. "Kami sita barang buktinya," tegasnya. Mashudi menuturkan, Sigit dikenai Undang-undang RI No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan UU RI No 44 tahun 2008 tentang Pornografi. Kini pun Sigit sudah ditetapkan sebagai tersangka. "Statusnya tersangka, pelaku mengakui perbuatannya," kata Mashudi. "Pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik," pungkasnya. Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com, perempuan yang memeragakan adegan mesum dengan memakai seragam PNS Pemkot Bandung itu merupakan penyanyi berinisial R. Perempuan R ini merupakan mantan istri anggota band ternama di Bandung. Dia juga pernah menyanyi di lingkungan Pemkot Bandung. SUMBER ;KOMPAS

Kamis, 28 Agustus 2014

Mobnas Komodo Merambah ke Malaysia dan Afrika

Surabaya SINAR POS -Mobil nasional (mobnas) Komodo produksi PT Fin Komodo Teknologi (FKT) tidak hanya diterima di Indonesia, tapi sudah merambah ke manca negara seperti Afrika hingga Malaysia.
"Selain di beberapa daerah di Indonesia, juga dipasarkan ke Afrika dan Malaysia," ujar Presiden Direktur PT Fin Komodo Teknologi di sela acara pameran Indonesia International Auto Parts, Accessories and Equip Exhibition (INAPA) 2014 di Surabaya, Kamis (28/8/2014). Ia menceritakan, sejak resign dari IPTN (industri pesawat terbang nusantara) pada 2004, pria kelahiran kota Soto Lamongan ini melakukan riset Komodo. Sekitar 2005 melakukan riset pasar. Pada Tahun 2006 mulai riset desain. Tahun 2007, alumnus ITS Surabaya ini menciptakan prototipe Komodo generasi I. 2008 melakukan tes Komodo generasi I dan terus menyempurnakan generasi II, generasi III hingga 2011 menciptakan generasi IV yang diproduksi secara massal pada 2012 di Cimahi, Jawa Barat. "Sudah ratusan unit kita produksi. Rata-rata setiap tahunnya memproduksi 100 unit," terangnya sambil menambahkan bahwa Komodo merupakan satu-satunya paten asli Indonesia. "Ini kendaraan yang memang didesain untuk daerah pedalaman, daerah tertinggal. Juga untuk kawasan perkebunan, pertambangan, peternakan atau kawasan yang suit dijangkau dengan kendaraan biasa," tandasnya.sumber detik

6 Mantan Bom Seks Indonesia

7 Perbedaan Pengusaha Sukses dengan Orang Biasa

SINAR POS, New York - Membangun perusahaan dari bawah pasti membutuhkan tumpukan rasa percaya diri, kreativitas, motivasi dan fokus. Itulah alasan mengapa tidak setiap orang dapat menjadi pengusaha. Mengutip laman Business Insider, Rabu (27/8/2014), para pengusaha memiliki sejumlah kebiasaan dan rutinitas yang tak pernah dilakukan orang biasa. Tak hanya itu, cara berpikir orang biasa yang sederhana juga sangat berbeda dengan para pengusaha sukses yang senantiasa menunjukkan kreativitas dan inovasi. Lantas apa saja kebiasaan para pengusaha yang tidak dimiliki orang biasa? Berikut tujuh perbedaan pengusaha sukses dengan orang biasa: 1. Pengusaha sukses melihat uang sebagai mesin pencetak uang Saat orang biasa memperoleh banyak uang, maka hal pertama yang dialkukan adalah membeli barang-barang mewah seperti mobil baru. Berbeda dengan orang biasa, saat pengusaha memperoleh uang dalam jumlah besar, bisnis menjadi hal utama yang terlintas di pikiran. Para pengusaha langsung mencari cara untuk menginvestasikan uangnya ke sejumlah peluang bisnis yang tersedia. Dengan begitu, pengusaha tersebut bisa memperoleh penghasilan lebih besar. Kemampuan menahan diri untuk membeli hal-hal yang tidak perlu memang menjadi kebiasaan banyak pengusaha sukses. 2. Bisa fokus di mana saja Waktu dan perhatian Anda merupakan dua hal yang sangat berharga. Para pengusaha sukses selalu bisa menyadari apapun yang dialaminya. Tak hanya itu, para orang kaya ini juga terbiasa dengan pekerjaan yang sistematis, tak suka kegiatan yang berlebihan dan mampu memusatkan pikiran kapan dan di mana saja. 3. Bersikap dan berpikir positif Untuk mencapai kesuksesan dan menjadi kaya, Anda dituntut untuk jujur dalam memberikan apresiasi pada siapapun. Para pengusaha sukses biasanya tidak terlalu pesimis dan optimis. Mereka selalu mampu berpikir positif dan realistis. Akibatnya, para pengusaha sukses memahami berbagai kejadian yang menimpanya tapi pada saat bersamaan dia juga dapat bersikap idealis dan berani mengambil risiko. 4. Melihat hambatan sebagai peluang Orang biasa melihat kesulitan sebagai kesempatan untuk menyerah. Hebatnya, para pengusaha menilai tantangan dan hambatan sebagai cara untuk membuat perusahaan menjadi lebih kuat. 5. Pandai berspekulasi Para pengusaha membuat setiap keputusan dengan membandingkan berbagai pilihan dan mencari mana yang paling berharga. Apapun yang dilakukan, para pengusaha selalu memikirkan baik dan buruknya. Tak ketinggalan, modal yang tersedia juga menjadi bahan pertimbangan para pengusaha dalam mengambil keputusan. 6. Gagasan lebih penting daripada keahlian Pengusaha yang sesungguhnya selalu berpikir bagaimana cara mengembangkan berbagai peluang yang ada. Dibandingkan terus berlatih dan bekerja di zona nyaman, para pengusaha sukses lebih senang berada di tengah situasi penuh tantangan. 7. Memiliki tujuan Berbeda dengan orang biasa, para pengusaha bergerak atas dorongan gagasan berupa tujuan yang harus dicapai. Semua visi yang telah ditentukan digarap tanpa rasa takut dan kepura-puraan

Razia ISIS, Polisi Ciduk 8 Remaja dari Kamar Kos

BANYUWANGI, SINAR POS
- Anggota kepolisan Polsek Giri Banyuwangi mengamankan delapan remaja di dalam kamar kos, saat melakukan razia anggota ISIS di wilayah Banyuwangi Rabu (13/8/2014). "Satu pasangan laki-laki perempuan dalam satu kamar. Mereka tidak bisa menunjukkan identitas jika suami istri. Sedangkan di kos yang berbeda, satu perempuan dengan lima remaja laki-laki ditemukan dalam satu kamar, dan ditemukan juga minuman keras di dalam bekas botol air mineral," kata Kepala Polsek Giri, Iptu Mujiono, siang tadi. Mujiono mengatakan, razia di tempat kos kali ini memang digelar untuk menangkal masuknya anggota ISIS di wilayah Banyuwangi. "Di setiap kamar kos kami geledah untuk mencari benda-benda yang mencurigakan, seperti simbol dan bendera ISIS serta mendata mereka yang bukan penduduk tetap. Tapi tidak ditemukan barang-barang yang mengarah ke gerakan radikalisme," tambah dia. Mujiono mengaku polisi akan terus melakukan operasi terhadap tempat kos di wilayah kerjanya dengan merangkul berbagai elemen, termasuk dari pihak Koramil dan juga pihak kecamatan. "Untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat dan mencegah gerakan radikalisme masuk ke masyarakat," kata Mujiono. Sementara itu, Titi (18), salah satu remaja yang ditangkap, di hadapan polisi mengaku sebagai warga Jember dan baru dua hari di Banyuwangi. "Saya hanya main saja di kosan temen," kata perempuan berbaju kuning tersebut sambil menundukkan kepala. Titi juga mengaku tidak melakukan hal yang salah selama berada di dalam kos, walaupun ia bersama dengan lima remaja laki-laki. "Kami hanya teman kok," kata dia. Ke delapan remaja tersebut akhirnya di bawa ke Polsek Giri untuk didata dan menunggu orangtua mereka menjemput. "Kita data dan kita bina untuk remaja yang telah kita amankan. Akan kita kembalikan jika mereka sudah dijemput oleh orangtuanya," tegas Mujiono. SUMBER; KOMPAS

Kamar Kos Saat Operasi Biduk

JAKARTA,SINAR POS
— Sepasang kekasih ditemukan oleh petugas Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Pusat sedang berduaan di kamar kos dengan pintu tertutup. Karena panik, mereka mengaku saudara sepupu. Sepasang kekasih itu tertangkap basah saat petugas melakukan Operasi Biduk di rumah kos Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Semua pintu kamar kos diketuk oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang menjaga keamanan biduk. Mereka diminta keluar kamar dengan membawa KTP asli untuk dihadapkan kepada petugas Operasi Biduk dari Sudin Kependudukan Jakarta Pusat, Ruspinuji. Ketika diketuk, seorang laki-laki dan seorang perempuan keluar dari salah satu kamar kos khusus perempuan tersebut. Petugas langsung menanyakan hubungan keduanya. "Ini abang sepupu saya, kok," jawab perempuan itu kepada petugas. "Ya sudah, mana sini saya lihat dulu KTP kalian," ujar petugas. Mereka lantas mengambil KTP masing-masing. Petugas merasa curiga dan tidak percaya keduanya saudara sepupu. "Abang sepupu? Satu tinggal di Jatibaru, satunya tinggal di Pasar Minggu. Benar abang sepupu, nih?" tanya petugas kepada keduanya. "Iya, Pak, sepupu kami. Beda tinggalnya," jawab laki-laki itu ke petugas. "Anda yakin kalau sepupu tinggal berbeda lalu bisa masuk satu kamar? Tidak mungkin sepupu kalian," kata si petugas. Meski terbata, mereka mencoba berkelit dari petugas yang terus mendesak pertanyaan hubungan mereka. Beberapa petugas yang awalnya mengecek kamar kos lain pun mendatangi kamar kos pasangan ini. Akhirnya, mereka mengakui hubungan keduanya sebagai sepasang kekasih yang belum menikah. "Iya, Pak, dia pacar saya. Ini kosan saya," ucap si perempuan. "Tuh kan, benar. Tadi bilang abang sepupu sekarang ngaku pacar. Wah, parah ini," kata petugas Sudin Kependudukan Jakarta Pusat tersebut. "Tapi Pak, saya enggak ngapa-ngapain, kok. Cuma pacar saya datang makan, nanti habis ini langsung pulang," jawab perempuan terlihat pucat. "Iya, Pak. Kita enggak ngapa-ngapain. Saya datang cuma belikan makan saja. Di dalam juga nonton TV saja. Benar Pak, enggak ada apa-apa," ucap laki-laki itu. Petugas pun langsung menggelengkan kepala mendengar pengakuan keduanya. Mereka mengaku takut dibawa petugas karena ditemukan berdua di kamar kos yang seharusnya memiliki aturan tidak boleh memasukkan laki-laki ke dalam kamar. "Oke, saya pegang KTP kalian. Lain kali lapor dulu. Kalau kamu (laki-laki) cuma boleh di bawah sampai batas waktunya. Kami ini operasi biduk. Beruntung kalian tidak langsung diangkut. Kalau operasi yustisi tahu tidak kalian? Langsung diangkut sama Pol PP ini," tutur petugas kepada keduanya. Mereka pun hanya mengangguk mendengarkan imbauan dari petugas. Kemudian, petugas memanggil ketua RT dan ketua RW untuk memberikan pengarahan kepada keduanya. "Kamu tahu siapa RT-nya? Sudah dua tahun enggak tahu RT-nya? Ini itu kalau ada alamat sini biar gampang. Kalau kamu (perempuan) ada apa-apa kan kita bisa membela karena kamu terdata," ujar Agus, ketua RW setempat kepada mereka. "Di sini ada ruang tamunya. Ada ruang tamu itu di bawah. Iya kan? Dengan batas datang jam 10 malam. Kalau kalian ditemukan berdua gini, bisa digerebek (lalu) langsung (di)bawa Pol PP," tambah Agus. Seusai diberi pengarahan tamu wajib lapor diri 1 x 24 jam kepada RT/RW, laki-laki itu keluar dan diminta meninggalkan kamar kos saat itu juga.sumber; kompas

Rabu, 27 Agustus 2014

WISATA SANGEH

Objek Wisata Sangeh berada di Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Berjarak sekitar 50 kilometer dari Kota Denpasr dan bisa ditempuh dalam waktu 45 menit dari Kota Denpasar. Pada pagi hari, di Sangeh ratusan kera akan keluar dari sarangnya untuk mencari makanan ataupun ke lokasi-lokasi makan yang telah disiapkan pawang kera. Pemandangan ini tentu saja sungguh luar biasa, karena ratusan kera akan bergelantungan di dahan-dahan pohon pala sambil berteriak-teriak riang untuk menuju tempat makannya. Sobat bisa juga memberi makan kera-kera ini berupa kacang yang bisa dibeli di pintu masuk atau loket penjualan tiket. Sobat tidak perlu takut karena kera-kera ini jinak dan dilatih agar tidak menyerang manusia.Apalagi ada puluhan pawang yang berjaga di tiap sudut hutan seluas 14 hektar ini. Untuk menuju ke lokasi, sobat harus membeli tiket sebesar Rp 5.000/orang dan jangan lupa membeli kacang untuk makanan kera di dalam objek wisata. Sebelum memasuki areal wisata Sangeh, sempatkanlah untuk melihat sebuah pohon pala unik yang terletak di sebelah kiri Candi Bentar (pintu gerbang). Pohon ini dikeramatkan dan dinamai Pohon Lanang Wadon (pohon laki-perempuan). Dinamakan demikian karena bila diperhatikan secara teliti terlihat "berkelamin", seperti halnya kelamin pria dan wanita.
Sesaat memasuki areal hutan, di sepanjang jalan setapak sekitar 200 meter, berjajar puluhan kios yang menjual souvenir khas Bali dan tentunya souvenir khas Sangeh, seperti patung dari kayu berwujud kera, kaos dengan gambar kera dan banyak lagi lainnya. Setelah melewati kios-kios tadi, sobat akan menemui jalan setapak masuk ke tengah hutan yang lebat yang sebagian besar ditumbuhi pohon-pohon pala setinggi kurang lebih 50 meter. Suasananya begitu teduh dan tenang.
Lebih masuk ke hutan, sobat akan menjumpai sebuah pura yang bernama Pura Melanting. Tidak hanya ketenangan dan keteduhan, objek wisata ini juga bersih dan terawat dengan baik. Beberapa saat dari pura Melanting, sobat akan menemui pura yang lebih besar bernama Pura Pucak Sari. Dengan beberapa tugu yang besar dan indah, pelataran pura ini dipenuhi oleh kera-kera yang bercanda ria. Di beberapa sudut pura terdapat beberapa patung kera sebagai bagian dari arsitektur pura yang menakjubkan.
Di penghujung jalan setapak hutan, sebuah patung besar berwujud ksatria (Kumbakarna) yang tengah dikeroyok puluhan kera dari mitos Ramayana yang dikenal rakyat Bali. Di sekitarnya terdapat dua patung Singa, salah satunya terlihat mengasuh anak kera. Ini menceritakan betapa harmonisnya kehidupan di hutan Sangeh. Selain wisatawan, Sangeh juga banyak dikunjungi oleh peneliti dan pelajar yang mempelajari populasi dan kehidupan kera. Pengelola Sangeh juga menyediakan pusat penelitian primata di sebelah barat hutan beserta sarana medis bagi kera-kera yang sakit.