Breaking News

Wednesday, April 23, 2014

Disetubuhi Tetangga, Gadis 17 Tahun Lapor Polisi

MOJOKERTO-JAWATIMUR
Wawan Darmawan (19) pemuda Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto dilaporkan tetangganya sendiri ke unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Mojokerto. Pelaku dilaporkan telah menyetubuhi tetangganya sendiri yang baru berusia 17 tahun. Aksi persetubuhan, dilakukan pelaku sekitar pukul 20.00 WIB pada, Senin (21/04/2014) saat rumah pelaku dalam keadaan sepi. Korban dirayu untuk tidur, meski tak mau menuruti permintaan pelaku, pelaku terus melancarkan aksinya hingga korban menuruti permintaan pelaku. Tak hanya diminta tidur, korban kemudian disetubuhi pelaku di dalam kamar pelaku. Tak terima dengan perlakuan pelaku, korban didampingi keluarganya kemudian melaporkan aksi bejat pelaku yang tak lain tetangganya sendiri ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Mojokerto. Kasubag Humas Polres Mojokerto, AKP Lilik Achiril Ekawati membenarkan laporan korban. "Selain kita sudah meminta keterangan korban dan saksi, korban juga sudah dimintakan visum. Dalam waktu dekat, kita bakal segera memanggil pelaku untuk dimintai keterangan," ungkapnya, Selasa (22/04/2014). sumber:m.jpnn.com
Read more ...

Mengaku Brimob, Aniaya Polisi

MAKASSAR-SULSEL
Aksi kejahatan di jalanan Makassar seakan tak ada habisnya. Pelaku bahkan semakin berani dengan mengaku sebagai seorang anggota polisi. Kali ini, kejahatan jalanan menimpa salah seorang anggota polisi. Dia adalah Bripda Niftahul Fauzi, anggota Dalmas Direktorat Sabhara Polda Sulsel dengan NRP 92100074 Kejadian itu berawal saat Bripda Niftahul yang menggunakan sepeda motor melintas di Jalan Ance Dg Ngoyo sekira pukul 01.00 dini hari, Senin, (21/4). Niftahul bersama dua sepupu perempuannya, Ita dan Dewi. Tiba-tiba, ketiganya dicegat oleh dua orang yang mengaku sebagai seorang anggota Brimob. Kedua pelaku membawa senjata api diduga nonorganik dan senjata tajam jenis sangkur. Dewi menjelaskan, kedua pelaku pun seketika memukul Niftahul dengan gagang senjata saat korban mengaku sebagai anggota polisi. Dia sempat berteriak minta tolong. "Saya dan beberapa orang di sekitar pun sempat ditodong dengan senjata," ungkap seorang saksi, Yusdi. Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami luka robek pada bagian pelipis dan wajah. Sementara, Ita, sepupu korban beberapa kali pingsan saat dimintai keterangan di Polsek Panakkukang "Ada pisau, ada juga senjata," ujar Ita. Kapolsek Panakkukang, Kompol Tri Hambodo mengatakan, pihaknya hingga kini masih mengusut kedua pelaku. Keduanya disinyalir hanya berniat merampok. "Anggota masih menyelidiki motifnya," jelasnya sumber:m.jpnn.com
Read more ...

Bayi Baru Lahir Dibuang di Belakang Sekolah

SUBANG-JAWABARAT
Warga Kampung Sukajaya Desa Langgensari Kecamatan Blanakan, Senin (21/4) dikejutkan dengan penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki yang baru lahir. Bayi yang diperkirakan memiliki berat tubuh sekitar 2,8 kg ini pertama kali ditemukan seorang petugas keamanan SD Sukamukti di belakang sekolah dirinya bekerja, sekitar pukul 05.30 WIB. Kanit Reskrim Polres Subang, Aiptu Narto mengatakan, bayi yang dibuang diduga baru lahir. Ini diperkuat dengan adanya tali pusar yang masih menempel dibutuh bayi. "Bayi yang ditemukan masih dalam keadaan hidup," ujar Aiptu Narto. Dijelaskan Narto, penemuan bayi berawal saat penjaga sekolah hendak mengontrol lingkungan sekitarnya. Namun saat menjalankan tugasnya itu, ia dikagetkan dengan suara tangisan bayi. Penjaga sekolah pun langsung mendekati sumber suara. Betapa kaget, ternyata yang ia temukan sesosok bayi yang dibungkus kain putih. Ditambahkan Narto, usai menerima laporan, pihaknya langsung menerjunkan tim untuk melakukan olah TKP. "Bayi langsung dibawa ke Bidan Desa terdekat untuk diberikan penanganan medis," jelasnya. Beruntung bayi tersebut masih bisa diselamatkan. Kondisi bayi, kata Narto, saat ini sehat dan normal. Untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi, pihaknya telah memintai sejumlah keterangan kepada sejumlah saksi. Kasus ini dalam penanganan Polres Subang sumber:m.jpnn.com
Read more ...

Tuesday, April 22, 2014

PDIP Buleleng Rapatkan Barisan

SINGARAJA-BALI
PDI Perjuangan mulai atur strategi menyikapi isu koalisi sejumlah parpol peraih kursi di DPRD Buleleng. PDIP pun tidak mau ketinggalan merangkul salah satu parpol guna mengamankan jatah jabatan ketua komisi. Informasi yang dihimpun, Selasa (21/4), sejumlah Caleg PDIP yang lolos ke kursi DPRD Buleleng menggelar rapat kecil di rumah caleg lolos, Ni Kadek Turkini di bilangan Kalibukbuk, Lovina, Singaraja. Rapat kecil itu dipimpin langsung oleh Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana yang notabene adalah kader PDIP. Rapat kecil itu membahas strategi mengamankan jatah komisi yang selama ini didominasi oleh kader PDIP. Pasalnya isu sejumlah parpol, seperti Demokrat, Hanura dan Gerindra bakal membangun koalisi untuk merebut seluruh komisi yang ada. Dalam pertemuan kecil itu, PDIP konon tertarik berkoalisi dengan Demokrat, dibanding dengan Hanura dan Gerindra atau Nasdem. Demokrat dianggap lebih gampang diajak berkoalisi tanpa neko-neko. Rapat kecil para Caleg PDIP yang lolos itu konon berawal dari hitung-hitungan perolehan kursi di DPRD Buleleng dan peluang pembentukan fraksi. Data yang dihimpun NusaBali, tercatat ada enam parpol berpeluang membentuk masing-masing satu fraksi. Dua di antaranya sudah dipastikan membentuk masing-masing satu fraksi itu adalah PDIP dan Golkar. Sedangkan empat parpol lainnya yang berpeluang membentuk masing-masing fraksi adalah, Demokrat, Hanura, Gerindra dan Nasdem. Hasil pleno KPU Buleleng menyebut, PDIP tetap sebagai parpol pemenang dengan 15 kursi, kemudian Partai Golkar dengan 7 kursi, disusul Demokrat, Hanura, dan Gerindra sama-sama 6 kursi, sedangkan Nasdem dengan 4 kursi. Sesuai regulasi pembentukan fraksi di DPRD Buleleng, jumlah minimal bagi parpol peraih kursi bisa membentuk fraksi berdasar jumlah komisi. Nah, di DPRD Buleleng ada 4 komisi, itu artinya parpol peraih kursi bisa membentuk fraksi dengan jumlah keanggotaan minimal 4 orang, sehingga nantinya dimungkinkan ada 6 fraksi di DPRD Buleleng. Kadek Turkini yang dikonfirmasi soal rapat kecil tersebut tidak bisa mengelak. Namun Turkini menyebut, rapat kecil itu hanya kebetulan saja dan tidak ada membahas apapun sebelum pleno KPU final. “Kebetulan saja, ini kan lokasi pleno KPU dekat rumah saya, jadi teman-teman mampir ke sini (rumahnya, red), jadi ngumpul di sini. Ya ini hanya bercerita biasa,” terang Srikandi PDIP peraih 4.803 suara. Sebelumnya, Gerindra dan Hanura cenderung bakal membangun koalisi untuk merebut dua jatah kursi wakil ketua. Isu lainnya, Hanura juga tengah menjajaki koalisi dengan Demokrat. Ketua DPC Gerindra Buleleng, Jero Nyoman Ray Yusha yang ditemui di sekretariat DPC Jalan Natuna, Penarukan, Singaraja kemarin menyatakan, siap berkoalisi. Bahkan telah memiliki kerangka untuk membangun koalisi di DPRD Buleleng. Hanya saja Ray Yusha masih enggan menyebut rekan koalisinya nanti. “Kita siap, itu sedang saya komunikasikan,” ucapnya. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPC Partai Hanura Buleleng, I Ketut Sumardhana. Dikatakan, sejauh ini pihaknya telah membangun komunikasi dengan Gerindra dan Demokrat untuk membangun koalisi. Hanya saja, Sumardhana belum merinci hasil komunikasinya itu sumber:nusabali.com
Read more ...

Divonis 10 Tahun, Keluarga Histeris

DENPASAR-BALI
Kasus dugaan korupsi parkir Bandara Ngurah Rai mulai memakan korban. Terdakwa pertama, yaitu Manajer Operasional PT Penata Sarana Bali (PSB), Mikhael Maksi diganjar hukuman 10 tahun penjara dan denda 1 miliar dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Tipikor pada, Senin (21/4). Mendengar vonis hakim, sejumlah keluarga Dalam amar putusannya, majelis hakim pimpinan Gunawan Tribudiono bersama hakim anggota Miptahul Halis dan Nurbaya Lumban Goal menyatakan sependapat dengan jaksa penuntut umum (JPU), Ni Wayan Yusmawati yang diwakili jaksa Ilham. Terdakwa Mikhael Maksi yang didampingi penasehat hukumnya Simon Nahak dkk dinyatakan terbukti bersalah ikut serta dalam tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan primer, pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 ayat 1 huruf b UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dan ditambah ke dalam UU No 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Namun majelis tidak sependapat dengan besarnya hukuman yang dituntutkan jaksa, berupa pidana penjara selama 14,5 tahun ditambah denda pidana Rp1 miliar subsider enam bulan penjara. Setelah mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan, majelis hakim akhirnya menjatuhkan vonis lebih ringan, yakni pidana penjara selama 10 tahun ditambah denda pidana Rp 1 miliar subsider empat bulan penjara. Dalam putusan, majelis hakim mengatakan jika terdakwa Mikhael Maksi terbukti secara bersama-sama Rudi Jhonson Sitorus (terdakwa berkas terpisah) dan Inderapura Barnoza (terdakwa berkas terpisah) melakukan pemotongan pendapatan parkir di Bandara Ngurah Rai yang dikelola PT PSB. Terdakwa melakukan pemotongan itu atas perintah perusahaan, sebagaimana kesaksian Inderapura yang mengaku mendapat catatan dari Rudi bahwa pemotongan itu atas perintah Chris Sidana (terdakwa berkas terpisah), bahkan sebagian pendapatan itu mengalir kepada Chris Sridana. “Aliran ini dibuktikan ketika Mikhael Maksi dan Rudi Jhonson Sitorus pernah diperintahkan Chris Sridana menyetorkan sejumlah uang ke rekening BCA milik pribadi Chris Sridana, namun sumbernya tidak diketahui oleh Maksi maupun Rudi,” jelas majelis hakim dalam putusannya. Terkait putusan, Maksi yang didampingi penasehat hukumnya, Simon Nahak menyatakan pikir-pikir. Beberapa keluarga Maksi yang berada di luas sidang juga langsung menangis histeris usai majelis hakim membacakan putusannya. Beberapa di antaranya menyatakan jika vonis yang dijatuhkan kepada Maksi tidak adil. sumber:nusabali.com
Read more ...

PDIP Siap Sapu Bersih Ketua Komisi

DENPASAR-BALI PDIP berhasil pertahankan 24 dari total 55 kursi DPRD Bali 2014-2019, sama seperti hasil Pileg 2009. PDIP dibayangi Golkar yang kebagian 11 kursi DPRD Bali, disusul Demokrat (9 kursi), dan Gerindra (6 kursi). Kendati siap berbagi jabatan, namun PDIP selaku fraksi terbesar berupaya sapu bersih 4 posisi ketua komisi. Berdasarkan hasil pleno rekapitulasi hasil Pileg 2014 tingkat KPU Kabupaten/Kota se-Bali, Minggu (20/4), PDIP kebagian jatah 24 kursi DPRD Bali (kuasai 43,63 suara parlemen). Kursi terbanyak PDIP disumbang dari Dapil Buleleng (5 kursi), disusul Dapil Denpasar (4 kursi), Dapil Tabanan (3 kursi), Dapil Gianyar (3 kursi), Dapil Badung (2 kursi), Dapil Bangli (2 kursi), Dapil Jembrana (2 kursi), dan Dapil Klungkung (1 kursi). Sedangkan kekuatan Golkar di DPRD Bali hasil Pileg 2014 hanya 11 kursi atau berkurang 1 kursi dari hasil Pileg 2009 lalu. Kekuatan Demokrat kuga berkurang 1 kursi dari semula 10 kursi DPRD Bali hasil Pileg 2009 menjadi 9 kursi DPRD Bali 2014-2019. Sebaliknya, Gerindra melonjak drastis dan dipastikan bisa membentuk fraksi tersendiri di DPRD Bali hasil Pileg 2014. Sebab, Gerindra yang sebelumnya hanya punya 2 kursi, kini melesat menjadi 6 kursi Dewan Provinsi. Sementara, partai pendatang baru NasDem mencatat prestasi lumayan dengan mencuri 2 kursi DPRD Bali hasil Pileg 2014. Untuk membentuk fraksi, NasDem harus berupaya menggaet Hanura, PKPI, dan PAN yang masing-masing kemungkinan dapat 1 kursi DPRD Bali hasil Pileg 2014. (Selengkapnya, lihat blok prediksi formasi DPRD Bali di halaman 16). Setelah pastikan kembali jadi jawara Pileg 2014, PDIP berhak atas kursi Ketua DPRD Bali. Job Ketua DPRD Bali hasil Pileg 2014 kemungkinan besar akan jatuh ke tangan Nyoman Adi Wiryatama, Sekretaris DPD PDIP Bali yang caleg new comer dari Dapil Tabanan dan berhasil raup 51.574 suara---peraih suara terbanyak se-Bali. Sedangkan jabatan Wakil Ketua DPRD Bali akan dibagi merata antara Golkar, Demokrat, dan Gerindra. Persaingan cukup panas adalah perebutan kursi 4 ketua komisi serta alat kelangkapan Dewan lainnya, seperti Ketua Badan Kehormatan (BH) dan Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPRD Bali 2014-2019. PDIP dipastikan bakal total dalam upaya sapu bersih jabatan-jabatan ketua komisi. Anggota Fraksi PDIP DPRD Bali 2009-2014 Dapil Buleleng, Ketut Kariyasa Adnyana, menyatakan jika dihitung dari sisi politis dan perolehan suara di parlemen, maka partainya harus amankan kursi pimpinan. “Dulu kita masih toleransi memberikan jatah Ketua Komisi II kepada Demokrat (Putu Tutik Kusuma Wardani, Red). Tapi, kali ini sepertinya PDIP harus mengamankan jatah ketua komisi secara merata,” ujar Kariyasa Adnyana kepada NusaBali, Senin (21/4). Ada 4 posisi ketua komisi di DPRD Bali, yakni Komisi I, Komisi II, Komisi III, dan Komisi IV. Dalam periode sebelumnya, PDIP rampas jabatan Ketua Komisi I (Made Arjaya), Ketua Komisi III (Putu Agus Suradnyana, lalu berpindah ke Gusti Ngurah Suryanta Putra), dan Ketua Komisi IV (Nyoman Parta). Selain itu, PDIP juga rebut Ketua BH DPRD Bali hasil Pileg 2009 (Gede Sudarma) dan Ketua Baleg (Made Sudana). Menurut Kariyasa Adnyana, dum-duman (bagi-bagi) jatah ketua komisi di DPRD Bali kemungkinan besar akan melihat perolehan suara atau dihitung berdasarkan pemetaan Dapil. Pada Pileg 2009 lalu, pentolan Fraksi PDIP Dapil Tabanan kebagian job jadi Ketua Fraksi (awalnya Made Sudana, Red), sementara pentolan Fraksi PDIP Dapil Buleleng dapat jabatan Ketua Komisi III (Agus Suradnyana). “Untuk kali ini, siapa pun yang ditugasi dan dijadikan pimpinan, ya harus siap. Jabatan ketua komisi kan dilakukan pemilihan di internal. Tapi, deal politik masih menentukan,” ujar Kariya Adnyana, caleg incumbent yang kembali tembus kursi DPRD Bali hasil Pileg 2014. Caleg PDIP yang memperoleh suara signifikan berpeluang menduduki jabatan ketua komisi dan kelengkapan Dewan lainnya. Jika Adi Wiryatama (Dapil Tabanan) hampir pasti akan jadi Ketua DPRD Bali---karena jabatan strukturan di partai tertinggi dan peraih suara terbanyak---, maka caleg PDIP jawara dari Dapil lainnya juga akan kebagian job strategis. Contohnya, Nyoman Parta (jawara dari Dapil Gianyar dengan raihan 44.348 suara) dan Wayan Disel Astawa (jawara dari Dapil Badung yang lolos ke DPRD Bali hasil Pileg 2014 dengan raihan 32.721 suara. Nyoman Parta sebelumnya dapat jabatan Ketua Komisi IV DPRD Bali 2009-2014, sementara Disel Astawa jadi Wakil Ketua Komisi II. Sedangkan Kariyasa Adnyana, politisi PDIP asal Busungbiu, Buleleng juga berpeluang dapat jabatan strategis, karena lolos ke DPRD Bali hasil Pileg 2014 dengan status jawara di Dapil Buleleng dengan raihan 21.697 suara. Kariyasa Adnyana sebelumnya pernah memimpin Komisi IV DPRD Bali. Sementara itu, Disel Astawa mengaku sejauh ini dirinya belum berpikir untuk berhitung dan berebut jabatan apa pun di DPRD Bali hasil Pileg 2014. Sebab, politisi PDIP asal Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Badung ini masih sibuk menemui masyarakat di Dapil-nya. Disel Astawa juga masih menyempatkan diri menemui masyarakat Nararya Tegeh Kori di Banjar Pantai Sari, Desa Pakraman Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan. Menurut Disel Astawa, dirinya menyampaikan ucapan terimakasih dan menyumbang bansos Rp 25 juta. “Saya masih tetap turun ke masyarakat, meskipun sudah selesai. SUMBER;NUSABALI.
COM
Read more ...

Monday, April 21, 2014

Video Mesum Anak Ajibarang Gegerkan Warga

BANYUMAS-JAWATENGAH
Beredarnya video dan foto mesum yang diduga anak Ajibarang membuat geger masyarakat di Desa Cikembulan, Kecamatan Pekuncen, Banyumas. Berdurasi 3 menit 4 detik dengan judul Kimcil Anak Ajibarang Komplek Koramil sudah banyak dilihat di handphone warga. Seperti yang dituturkan Dede, warga Cikembulan yang mengaku kaget setelah beredarnya video mesum di kalangan pemuda di desanya. Identitas wanita yang diduga anak Ajibarang memang masih menjadi perbincangan hangat di kalangan warga. "Saya pertama melihat video mesum dengan judul anak Ajibarang memang ada yang bilang jika video tersebut memang benar anak Ajibarang. Karena judulnya yang sudah jelas, membuat banyak warga yang penasaran,"jelas Dede, Minggu (20/4). Dalam video tersebut, terlihat adegan mesum perempuan dengan uang pecahan Rp 50 ribuan yang diduga disebar pemain laki-laki di atas badan perempuan. Tidak terdengar jelas logat bahasa dan suara dalam video dengan format 3gp. Selain video tersebut, juga banyak tersebar foto pelaku dalam berbagai gaya dengan taburan uang Rp 50 ribuan di atas tubuhnya. Pose pelaku perempuan yang diduga dipotret oleh pelaku pria, dilakukan dengan gaya yang centil sambil memegang uang. sumber:jpnn.com
Read more ...
Designed By Published.. Blogger Templates