Kamis, 30 Oktober 2014

Ayam Kampus Terapkan Sistem DP Sebelum Dibooking

SINAR POS, SURABAYA - Tak cuma itu, Nadia (19) dia juga memposting beberapa bukti pembayaran dari klien. Baginya, bukti pembayaran ini penting untuk meyakinkan, dia serius bisa memberikan pelayanan. Dari media sosial itu, bocah asal Bojonegoro ini memberikan nomor pin BB. Remaja yang baru menapaki bangku kuliah ini menawarkan diri seharga Rp 800.000 untuk sekali kencan. Tarif itu belum termasuk biaya kamar hotel. Ia menerapkan sistem DP (down payment/uang muka) bagi setiap calon klien. DP harus ditransfer sebelum komunikasi lebih lanjut dilakukan. “DP ini tanda dia serius. Kalau tidak kirim DP, ya komunikasi tidak perlu dilanjutkan. Itu pasti cuma orang menggoda,” katanya. Nadia tidak sendirian. Dia punya grup sesama mahasiswa. Bersama grupnya, Nadia biasa memberlakukan DP Rp 300.000. DP harus dibayar paling lambat satu jam setelah komunikasi terjadi. “Lewat satu jam, pasti kami biarkan. Tidak perlu dibalas lagi (komunikasinya),” katanya. Prosedur itu pula yang dialami Surya sebelum bertemu di sebuah hotel di Pusat Kota Surabaya. Selain memberikan pin BBM, Nadia juga memberikan nomor ponsel. Namun, dia hanya menerima komunikasi SMS. Saat Surya beberapa kali berusaha menelepon nomor itu, yang terdengar hanya nada sibuk. Pemilik nomor langsung menolak panggilan yang masuk. Baru setelah DP ditranfer, komunikasi bisa lebih terbuka. Melalui SMS, dia merekomendasikan sejumlah hotel yang dianggapnya aman dan layak SUMB; TRIBUN

Biar Cantik Tapi Goblok, Tetangga pun Disodok

SINAR POS NY SAMILAH, 41, memang cantik, tapi goblok! Gara-gara kemiskinan dia mau diajak Pak RT ritual cari kekayaan, dari makam kramat hingga kamar hotel. Di sinilah tololnya Samilah, di hotel itu dia kemudian “disodok” Mang Ipik, 41, tetangga sendiri. Padahal hasilnya, Samilah tak juga kaya kecuali ternoda. Lagi-lagi terbukti, istri tetangga yang cantik itu memang ibaratnya ikan hias di akuarium. Dia hanya enak untuk dilihat-lihat, sebagai pengganti vitamin di mata. Tapi namanya ikan, bila kepepet bisa digoreng, rasanya pasti enak juga. Gurih, kemripik, empuk seperti bandeng presto. Dan sepanjang sejarah kolom ini, sudah berapa saja istri tetangga yang berhasil “digoreng” di ranjang asmara. Mang Ipik yang jadi RT di Bandung, rupanya juga doyan ikan hias goreng. Awalnya dia sendiri tak pernah mengira bakal dapat “rejeki” seperti itu. Soalnya ya itu tadi, meski Samilah ini cantik, tapi dia kan istri tetangga sekaligus juga warganya. Apa lagi Mang Ipik pernah bertekad, jadi Pak RT musti pintar bergaul, tapi jangan pula sampai menggauli tetangga. Tapi yang namanya setan kan selalu mereduksi dan mengeleminasi kebenaran. Gara-gara Pak RT punya prinsip semacam itu, justru setan meningkatkan kadar godaannya. Asal Ny. Samilah yang cantik itu lewat depan rumah untuk belanja ke warung, sengaja setan membuat ukuran celana Pak RT langsung berubah. Tapi masak Pak RT demen sama warga sendiri, lalu nomenklaturnya apa itu? “Ah, ya nggah usah pakai nomenklatur dong. Langsung saja kerja dan kerja…..,” kata setan. Belum lama ini Samilah minta pengantar perpanjangan KTP ke Pak RT. Dari perbincangan itu Mang Ipik sempat menanyakan, kenapa sekian tahun berumahtangga kok ekonominya susah melulu. Apa pengin kaya? Kalau mau kaya, bisa Pak RT membawanya laku tirakatan di makam kramat. Bila terizinkan, pasti bisa kaya. Samilah tahu bahwa Mang Ipik selama ini punya sambilan jadi paranormal. Karenanya dia cukup percaya dengan “pencerahan” semacam itu. Maka ketika diajak ritual ke Makam Mbah Dongdo di Subang, atas izin suami dia mau saja. Bahkan saking percayanya akan “solusi” dari Mang Ipik, suami merelakan saja istrinya pergi berdua saja dengan Pak RT. Begitulah, sekitar jam 09.00 Mang Ipik – Samilah tiba di makam Mbah Dongdo. Samilah lalu menjalankan ritual atas bimbingan Pak RT. Wanita cantik tapi goblok itu lalu diberi bungkusan mori kecil yang katanya berisi jampi-jampi untuk menggapai kaya. Katanya, itu pemberian juru kunci. “Boleh kamu buka setelah 100 hari dari kunjungan ini, pasti jalan menuju kaya segera terbuka.” Kata Pak RT. Rencananya setelah makan siang, Mang Ipik akan mengajak Salimah menggelar ritual lagi. Sayangnya, pukul 15.00 makam sudah dikunci. Terpaksa Mang Ipik mengajak Samilah menjalankan ritual di hotel saja. Padahal ritual di hotel prosesinya semakin aneh-aneh saja. Sebab bila di makam cukup bakar kemenyan, di sini Samilah dimandikan air kembang segala, dalam kondisi telanjang bulat pula. Di sinilah Mang Ipik tak bisa lagi mengendalikan gairahnya. Dengan alasan jin pembawa kekayaan itu sudah masuk ke dalam tubuhnya, dia minta dilayani hubungan bak suami istri. Itu bukan permintaan diri pribadi, melainkan sekedar menjadi wahana atau medan jin yang mbaureksa melaksanakan tuntutannya. “Saya hanya pelaksana lho,” kata Mang Ipik, meniru gaya Satpol PP menertibkan PKL. Walhasil Pak RT berhasil menggauli Samilah dengan sukses. Tapi 100 hari kemudian, saat buntelan mori itu dibuka, ujud di dalamnya hanya kembang yang mengering dan sepotong besi kuningan macam slot engsel pintu. Merasa telah ditipu luar dalam oleh Pak RT, Samilah segera mengadu ke Polres Bandung. “Aset nasionalku habis dijarah si duku cabul ini”, ujar Samilah emosi. Percuma emsi, wong kata Sutan Batugana, sudah masuk itu barang.sumb; pos kota

Rabu, 29 Oktober 2014

pelatihan manager,

Pro-Kontra Menteri Susi Melebar hingga ke Bireuen

BIREUEN,SINAR POS — Sorotan melalui jejaring sosial masih dialamatkan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti. Tak hanya di ibu kota Jakarta, di Kabupaten Bireuen, Aceh, pro-kontra terhadap Susi pun terasa menghangat. Salah satu menteri wanita di dalam jajaran Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo ini dipergunjingkan karena latar belakang pendidikan dan kebiasaannya dalam merajah kulit (bertato). Belum lagi kebiasaannya dalam merokok. "Untuk seorang perempuan, kebiasaannya itu tidak mencirikan kodratnya," tulis Novla, warga Bireuen, dalam status Facebook-nya. Namun, tak sedikit pula pujian mengalir untuk Susi. Apa yang sudah dilakukan olehnya dengan menerobos pelosok mengangkut hasil laut nelayan membuktikan ia mampu menduduki jabatan itu. "Pengangkatan dirinya diperbincangkan di seluruh Nusantara dan mancanegara. Berbekal ijazah SMP, tak membuat ia patah arang mewujudkan sukses," tulis Safri, warga Bireuen lainnya, di dalam dinding akun Facebook-nya. Tokoh perempuan di Bireuen, Muazzinah Yacob, pun berterima kasih kepada Susi. Sebab, bagi Muazzinah, Susi adalah wanita ringan tangan (suka menolong) yang membantu masyarakat di Aceh saat bencana tsunami melanda, Desember 2004 silam. ”Pesawat Susi-lah yang pertama mendarat membantu korban tsunami dan memberikan bantuan solar kepada nelayan," kata dia. Muazinnah menyebut agar masyarakat tidak munafik dengan penampilan seseorang, padahal yang dilihat baik dari luar belum tentu baik di dalam danOrang sirik ini teorinya memang pintar ( pintar menghapal dan mengolah data ),tetapi Ilmunya STATIS ketika dilapangan berbeda dengan yang ada diteori,karena dilapangan sifatnya DINAMIS Luar biasa memang prestasi dan etos kerja yg dimiliki ibu menteri ini...Selamat bekerja, bungkam suara2 sumbang ttg ibu dgn hasil kerja nyata ibu dipemerintahan ini,jangan hiraukan Yang komentar miring , biasanya : Orang sirik dan Dengki,pengangguran tingakat tinggi ( masih mencari loker di koran koran),ilmu dibangku kuliahnya tidak sesuai dengan yang dilapangan,tetapi yang jelas orang yang sirik dan dengki,yang sudah Prof,DR,IR,Drs...Phd,Msc,dst tidak diangkat menjadi Mentri

Mengenal AA Gede Ngurah Puspayoga, Menkop dan UKM Asal Bali

SINAR POS, JAKARTA - Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga didaulat sebagai Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam Kabinet Kerja Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Penetapan ini diumumkan Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Minggu (26/10/2014). Sebelumnya nama Puspayoga disebut-sebut masuk dalam bursa bakal calon menteri kabinet Jokowi di posisi Menteri Pariwisata. Belakangan, menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, merupakan pos yang disebut-sebut akan ditempati mantan Wakil Gubernur Bali dan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut. Kedekatannya dengan pimpinan PDIP ditambah faktor representasi warga Bali, disebutkan jadi pertimbangan nama lulusan S1 di Universitas Ngurah Rai, Denpasar tahun 1991 itu masuk dalam bursa bakal calon menteri. Jika bisa memilih posisi menteri, masih maukah Puspayoga menerima pinangan itu? Posisi menteri apa yang ia kehendaki? Lagi-lagi Puspayoga menolak. Secara terang ia menyebut tak memiliki niat jadi menteri apa pun. "Profesionalitas yang harus dimajukan, bukan soal kedekatan. Saya tak berniat jadi menteri. Biarlah posisi-posisi itu diambil oleh orang yang memang menguasai bidang masing-masing," ujarnya. Soal kedekatan dengan petinggi PDIP yang jadi partai pengusung Jokowi, Puspayoga tak menampiknya. Ia menyebut telah menjadi kader dan pengurus partai di Bali sejak remaja. Ayahnya, Cok Sayoga adalah Ketua DPD PDI Bali diperiode 1980-an. Puspayoga bahkan menuturkan, keluarganya sudah memiliki keakraban dengan almarhum Taufik Kiemas dan Megawati Soekarno Putri sejak lama. "Sejak tahun 1987 sampai sekarang pun masih. Ibu kan kerap berkunjung ke Bali. Jika ibu datang, saya yang menjemput. Kan mobil ibu diparkir di rumah saya," kata Puspayoga. Ada dua mobil yang menjadi tanggung jawab perawatan buat Puspayoga. Tapi ia membantah, jika akomodasi Megawati pun menjadi tanggungannya saat berkunjung ke pulau Dewata. Wajar jika kedekatan antara Mega dan Puspayoga terjalin erat. Mega pernah menyebut Puspayoga sebagai anak kandung PDIP saat wali kota Denpasar periode 2000-2005 dan 2005-2008 itu bertarung dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali tahun 2013 melawan pasangan I Mangku Pastika dan Ketut Sudikerta. Soal istilah 'anak kandung PDIP', ada cerita menarik bagaimana Puspayoga pernah bertaruh nyawa untuk membesarkan partai tersebut. Ia pernah dikeroyok sejumlah pria usai menjalankan tugas yang diberikan sang ayah. Kala itu, medio Juli 1982, Puspayoga masih duduk di bangku kelas III SMP. Sang ayah memintanya menjadi salah-satu saksi partai pada pemilihan umum. Lokasinya di asrama Brimob Polda Bali yang bersebelahan dengan GOR Ngurah Rai. Tugas itu ia jalankan tanpa tahu risiko yang ada. Belakangan baru ia sadar banyak yang enggan jadi saksi PDI di lokasi tersebut karena ancaman fisik yang mereka terima. Proses pencoblosan berjalan lancar. Tapi, terjadi kejutan pada hasil rekapitulasi pemilihan lantaran PDIP bisa mendapat 17 suara di TPS yang menjadi basis partai pendukung pemerintah itu. Saat hendak pulang dan mengambil motor di parkiran, barulah Puspayoga mendapat serangan fisik dari sejumlah pria dewasa. Untungnya, Puspayoga mampu membela diri berbekal ilmu silat yang diwariskan ayahnya. Dia berhasil untuk terus berkelit sampai petugas keamanan melerai mereka. Puspayoga hanya tertawa mendengar kisah lama itu. Baginya, tak ada yang istimewa dari peristiwa yang bisa saja mengancam nyawanya itu. "Itu biasa, mas," katanya lalu tertawa. Biofile Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga Tempat dan Tanggal Lahir: Denpasar, Bali, 7 Juli 1965 Usia: 49 tahun Pendidikan: S1 di Universitas Ngurah Rai Karier Wakil Gubernur Bali periode 2008-2013 Wali Kota Denpasar periode 2000-2005 dan 2005-2008 SUMBER;TRIBUN BALI

Jokowi “Blusukan” di Sinabung, Pemprov dan Pemkab Dipermalukan

Sebenarnya gaya blusukan Presiden Joko Widodo bukanlah hal baru, tetapi blusukan yang jadi ciri khas Jokowi ini diragukan beberapa orang akan hilang ketika dia menjadi presiden. Alasannya karena protokoler yang ketat. Benarkah? Ternyata tidak. Dalam kunjungannya ke Sinabung, Jokowi membuktikan bahwa “Blusukan” tidak akan pernah bisa hilang meski dia sudah menjadi presiden. Dalam setiap kunjungan kepresidenan sebelumnya, selalu saja ada waktu bagi Pemerintahan Provinsi maupun Pemerintahan Kota (Pemkot) atau Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) yang dikunjungi berbenah mempercantik diri. Pekanbaru, kota di mana saya tinggal, pernah beberapa kali dikunjungi Presiden maupun Wakil Presiden dan dalam kunjungannya selalu dipercantik supaya Presiden dan Wakil Presiden melihat semuanya baik-baik saja. Jika tidak datang yah dibiarkan saja jalan rusak dan fasilitas umum ga bagus. Nah, kedatangan Presiden Joko Widodo yang mendadak tanpa pemberitahuan 2 atau 3 hari sebelumnya tentu saja membuat Pemprov Sumatera Utara dan Pemkab Karo kelabakan. Jalan tidak semuanya bisa dipercantik dan tentu saja kondisi di lapangan sulit bisa diperbaiki. Meski begitu, dengan cerdiknya, Pemprov dan Pemkab membuat skenario untuk membuat Presiden Jokowi senang (Asal Bapak Senang). Liputan dari Sinabung akun Tweeter Volunteers @Sinabung_V tentang kunjungan Jokowi menunjukkan bahwa Pemprov dan Pemkab memainkan sebuah skenario dengan mengarahkan Presiden Jokowi ke sebuah tempat tanpa perlu bertemu langsung dengan pengungsi. Posko-posko yang dulunya sudah mati dan terbengkalai pun dihidupkan seketika. Berikut beberapa kicauannya di Twitter: Posko Utama ke Pendopo Bupati Posko Kesehatan yang LAMA HILANG di Posko² Pengungsi #Sinabung tiba² ADA LAGI Anak² dilatih utk selalu senyum. Ini Pemprov dan Pemkab tidak kenal Pak @jokowi_do2 ya? Sehingga buat “magic” abal². Sampai yg bukan pengungsi disulap jadi pengungsi? Mantap!!! Pak Presiden @jokowi_do2 tak ada 5 menit di Pendopo. Langsung BLUSUKAN. Terima kasih Pak Presiden. SKENARIO Pemda & Pemprov GAGAL. Media kerepotan karena Skenario Pemda dan Pemprov GaTot (Gagal Total). Kasihan skenario @gatotgubsu Pak Presiden @jokowi_do2 koq itu CERDIK Tadi media ngumpul di Pendopo (Posko Dadakan #Sinabung) Kini berlomba untuk ikuti BLUSUKAN Pak Presiden @jokowi_do2 ke Posko² Warga #Sinabung rebutan, beda sm kunjungan RI 1 yg kemarin, susah salim. Semoga Realisasi Penanganan juga Mudah Pak. Pak @jokowi_do2 di Posko UKA: mendengar curhatan warga, pejabat lokal tertunduk malu. | Blusukan Mematahkan Setting Penanganan #Sinabung Presiden @jokowi_do2 benar2 membuat panitia yg menyambut kedatangannya jenguk pengungsi #Sinabung, kocar-kacir. Kunjungan Presiden @jokowi_do2 di #Sinabung ternyata tidak bergerak sesuai dengan agenda acara yang sudah disusun panitia. Sejumlah pejabat daerah bersiap di ruang pertemuan di rumah dinas Bupati Karo, @jokowi_do2 malah tak hadir di tempat yg disiapkan #Sinabung Panitia kelabakan. Acara yg disiapkan ditinggalkan. Semua bekerja keras lakukan pengamanan lokasi yg akan dilalui Indonesia 1. #Sinabung Jokowi lagi² belokkan tujuan kunjungan. Panitia awalnya persiapkan acara di GBKP, Jokowi malah meluncur ke pengungsi Univ. Karo. #Sinabung Ini hal yang tidak terjadi ketika RI 1 sblmnya Kunjungan ke Karo melihat Penanganan Erupsi #Sinabung FAKTA :) 14145789221058339908 Sumber: indohub.com 1414578764138385887 Diskusi Presiden @jokowi_do2 langsung dengan Pengungsi #Sinabung sampai sebar No HP untuk Laporan. Terima kasih Pak. Jadi, ragukan kalau Presiden Jokowi akan berubah. Pemerintahan inilah yang akan berubah dan harus berubah mengikuti gaya kepemimpinannya. Era ABS akan segera hilang dari pemerintahan kita. Pemprov, Pemkot atau Pemkab yang coba-coba membuat skenario akan kelabakan dan dipermalukan. Jokowi sekali lagi membuktikan ucapannya, meski Presiden akan tetap blusukan. Salam.sumb; kompas

BALI

KAMI MANAGEMENT, KSU. BERMUDA SEDANA, SINAR POS , SAHABAT BERMUDA, MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS DILANTIKNYA, MENTERI KOMPERASI DAN UKM, AA PUSPAYOGA