Senin, 20 Oktober 2014

Ibu Dewa Budjana Meninggal, Gigi Gagal Tampil dalam Konser Salam 3 Jari

AKARTA, SINAR POS — Kabar duka datang dari gitaris grup musik Gigi, Dewa Budjana, di tengah meriahnya Syukuran Rakyat di Monumen Nasional, Selasa (20/10/2014). Ibunda Budjana meninggal dunia. "Iya (Gigi) batal manggung karena ada kabar duka. Ibunda dari Dewa Budjana meninggal dunia," ungkap perwakilan Humas Tim Nasional Syukuran Rakyat dan Konser Salam 3 Jari, Catharina Widyasrini, saat ditemui di media center konser, Senin malam. Menurut wanita yang akrab disapa Rini itu, semua personel, termasuk manajer Gigi, masih menyempatkan diri untuk hadir ke area konser. Lalu, sang vokalis, Armand Maulana, menyampaikan kabar duka itu. Namun, Rini mengatakan bahwa panitia tidak bertanya lebih lanjut soal detail kabar duka tersebut. "Kami tidak menanyakan detailnya, tetapi sudah pasti kami maklumi. Jadi, jadwal acara ya maju saja, tetap berjalan, dan sekali lagi kami menyampaikan belasungkawa," tambah Rini. Armand dan kawan-kawan tidak lama berada di area konser. Sampai saat ini, belum ada keterangan lebih jauh mengenai kabar duka tersebut.sumber; kompas

INDONDESIA BARU

KAMI MANAGEMENT, KSU. BERMUDA SEDANA, SINAR POS , SAHABAT BERMUDA, MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS DILANTIKNYA PRRESIDENT, JOKO WIDODO- JUSUF KALA

Diduga Mesum, Kasi Pidum Kejari Karimun Digerebek Warga

Karimun, SINAR POS - Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, LH, digerebek puluhan warga yang menduganya berbuat mesum bersama seorang wanita di Perumahan BTN Sidorejo Indah Kecamatan Karimun, Sabtu (18/10) dini hari. Ketua RT 04 RW 03 Kelurahan Lubuk Semut Rido Haryono di Tanjung Balai Karimun, Minggu (19/10), mengatakan, penggerebekan tersebut merupakan puncak kekesalan warga yang sudah lama mencium perilaku LH yang sering membawa wanita ke rumah kontrakan di Blok G No 10. "Kalau 'main' jangan di perumahan warga, tidak bermoral namanya. Sebagai jaksa, dia seharusnya menunjukkan contoh yang baik. Biasanya jaksa menyidangkan orang, tapi kali ini warga yang 'menyidangkan' jaksa," kata Rido usai dimintai keterangan terkait penggerebekan itu di Markas Polsek Tanjung Balai. Penggerebekan berlangsung mencekam dan alot, bermula sekitar pukul 01.30 WIB, setelah LH dengan seorang wanita tiba di kediamannya berboncengan dengan satu sepeda motor. Warga mengepung rumah LH tak lama setelah lampu teras depan rumah LH padam. Rido selaku ketua RT, dalam penggerebekan itu menggedor pintu rumah seraya meminta LH keluar, namun dia tidak juga keluar rumah hingga membuat warga kesal dan menggembok terali besi pintu bagian depan samping dengan tujuan agar LH tidak bisa keluar. Seorang warga yang turut dalam penggerebekan itu menuturkan warga di perumahan itu resah karena komplek mereka dijadikan tempat mesum oleh aparat penegak hukum. "Kami resah, setiap bawa wanita, lampu depan dimatikan. Kami minta keluar baik-baik, atau kami tunggu sampai pagi biar heboh," ucapnya. Setelah sekitar satu jam mengepung rumah LH, beberapa polisi dari Polsek Tanjung Balai tiba di lokasi, selain itu sejumlah pegawai dan jaksa dari Kejari Tanjung Balai Karimun juga berdatangan. Setelah berunding dengan warga, polisi akhirnya mengawal LH keluar dari rumahnya. LH mengenakan tutup kepala dan wajah saat keluar dengan dibawa polisi ke Mapolsek Tanjungbalai. Sedangkan wanita yang bersamanya saat itu, dengan menutupi wajahnya pakai helm turut diamankan menuju mobil patroli polisi. Tokoh masyarakat setempat, Suparyanto, menyayangkan, ulah LH sebagai aparat penegak yang seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. "Dia bawa wanita bukan kali ini saja. Kadang wanita itu datang sendiri, lalu lampu depan rumah dimatikan. Wanita itu biasanya baru pulang menjelang pagi," kata Suparyanto. Ia mengatakan, LH saat dimintai keterangan di Markas Polsek Tanjungbalai mengakui perbuatannya dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. "Ini peringatan bahwa daerah ini bukan daerah tak bertuan. Ada aturan dan moral yang harus dijunjung tinggi," kata dia. Sementara itu, Kapolsek Tanjung Balai, AKP Syafruddin Dalimunthe, tidak mengangkat telepon selulernya ketika dikonfirmasi terkait penggerebekan tersebut.sumb; sp

Minggu, 19 Oktober 2014

Pengusaha Harus Memiliki Keberanian

Dalam memulai bisnis, konsentrasi banyak orang akan tertuju pada permodalan. Padahal, ada hal penting lain yang wajib dimiliki saat memutuskan berbisnis, yakni sikap mental pantang menyerah dan keberanian. Terdapat tiga modal utama dalam berbisnis di antaranya modal usaha yang cukup, pantang menyerah, dan mitra bisnis yang setara. Namun, sebagai orang yang merintis bisnis tentu keberanian juga perlu dimiliki. Keberanian inilah yang membuka peluang. Karena dengan berbekal keberanian, saat Anda punya ide bisnis yang brilian, ide ini bisa Anda presentasikan kepada pemilik modal. Masalah permodalan pun terselesaikan berkat sikap mental positif. Pastikan pada saat kita memulai bisnis, kita harus mempunyai mental bisnis dulu. Harus siap-siap untuk rugi juga. sumb; berbagai sumber

Si Anak Tiri Dedel Duel Masih Mencoba Ngeyel

SINAR POS; INI memang keterlaluan. Anak tiri baru berusia 15 tahun, sudah “ditelateni” Tarmuji, 45, sedemikian rupa. Tapi ketika Laras mengadu pada ayah kandung dan kemudian jadi urusan polisi, tetap saja ngeyel tak mau mengakui telah menodai Laras 3 kali. Padahal saksi dan bukti saling menguatkan. Banyak janda muda ditinggal mati yang memilih tidak kawin lagi, karena demi masa depan anak. Wanita seperti ini tidak percaya lagi bahwa di dunia ini masih ada lelaki sebaik almarhum. Maka meski sesungguhnya dia juga “kesepian” hidup tanpa lelaki, dia mencoba bertahan ketimbang ketemu suami yang kemudian akan merampas kebahagiaan anak. Janda Ny. Sulastri, 40, dari Bantur, Kabupaten Malang (Jatim), tidak seperti itu. Hidup menjanda dalam usia 30 tahunan kala itu, dia benar-benar merasa kegatelan. Dia tak pernah takut akan nasib anak-anak yang diperlakukan kejam oleh ayah tirinya. Tak semua ayah tiri jahat, masih banyak yang baik ketimbang yang jelek. Maka setahun setelah bercerai dengan suami, dia menikah lagi dengan Tarmuji. Apa lagi sejak awal lelaki ini sangat baik pada Laras, anak bawaannya. Dengan demikian dia takperlu curiga bahwa ayah tiri akan jadi predator rumahtangga. Jusrtu dengan ayah pengganti pendidikan anak akan terjamin, di samping terjamin kebutuhan biologis sang ibu. Ternyata Tarmuji hanya baik pada awalnya. Ketika Laras semakin gede, kebaikan hatinya itu berubah menjadi penuh nafsu. Otak ngeresnya mengatakan, sekali waktu ingin juga “mencoba” Laras yang sudah mulai jadi gadis ABG itu. Ibarat mangga, usia segitu kan masih renyah, enak buat rujakan, apalagi belum buntel pelok. Sekali waktu sepulang menjemput Laras dari sekolahnya di SMP kelas III, ABG itu tak langsung diajak pulang, melainkan diajak muter-muter dulu, lalu diajak masuk hotel. Di sana sianak tiri tersebut dincam, untuk melayani kebutuhan biologisnya. Jika tidak biaya untuk pendidikan akan dihentikan. “Sekarang kamu tinggal pilih, tetep sekolah apa menolak ayah punya gairah?” tantang Tarmuji. Ternyata Laras memilih opsi pertama, dengan konsekwensi diambil keperawanannya oleh ayah tiri. Tapi sejak itu Tarmuji jadi ketagihan. Asal kepengin Laras dibawa ke hotel dan digauli bak ibu kandung Laras. Tentu saja si anak tidak tahan, sehingga mengadu pada sang ayah. Ayah Laras segera melaporkan ke polisi lengkap membuat visum segala. Namun demikian Tarmuji tetap menolak telah menggauli Laras. Padahal petugas hotel juga sudah membenarkan tentang segala kelakuan Tarmuji. Kini ayah tiri rakus itu terancam 15 tahun penjara jika dibawa ke pengadilan. Kelakuan Tarmuji memang tidak terpuji, sumb; pos kota

Puluhan Pasangan Selingkuh Diangkut Pakai Truk Polisi

AMBON, SINAR POS - Sebanyak 27 pasangan selingkuh diamankan ke Kantor Polres Pulau Ambon setelah terjaring razia penertiban yang digelar aparat Gabungan TNI dan Polri di sejumlah penginapan di Kota Ambon, Minggu (19/10/2014). Puluhan pasangan selingkuh ini ditangkap saat sedang berdua-duaan di dalam kamar penginapan. Banyak dari pasangan selingkuh terlihat panik dan masuk ke dalam kamar mandi saat aparat membuka pintu kamar. Usai digerebek, puluhan pasangan selingkuh ini lalu dimasukan ke dalam mobil polisi dan dibawa ke Kantor Polres Pulau Ambon untuk diamankan. Dari puluhan pasangan selingkuh yang terkena razia, delapan pasangan di antaranya berstatus sebagai PNS. Banyak dari pasangan ini melawan dan meronta saat hendak dibawa naik ke atas truk. Namun aparat bertindak tegas dan tetap memaksa mereka dibawa ke Polres Ambon. Razia ini telah dilakukan sejak kemarin, selain merazia penginapan aparat gabungan TNI dan Polri serta satpol PP juga merazia sejumlah kafe dan tempat hiburan malam yang ada di Kota itu. Dari razia tersebut aparat gabungan juga menjaring puluhan pengunjung hiburan malam termasuk sejumlah pekerja seks komersial (PSK). Kepala Polres Pulau Ambon, AKBP Bintang Juliana mengatakan razia tersebut sengaja digelar untuk menjaga ketertiban di masyarakat menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. “Razia ini digelar untuk menjaga ketertiban jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. Jadi kita ingin pastikan ketertiban di masyarakat tetap terjaga dengan baik,” kata Bintang. Tak hanya itu aparat gabungan juga melakukan razia terhadap pengendara sepeda motor dan pengendara mobil. Dalam razia ini pengendara sepeda motor dan mobil yang tidak menggunakan surat-surat kendaraannya langsung diamankan. Razia sendiri digelar di sejumlah ruas jalan yang ada di Kota Ambon. “Kita berharap kondisi ketertiban dimasyarakat tetap terjaga dengan baik karena itu kita juga meminta agar warga dapat sama-sama menjaga ketertiban masing-masing,” kata dia. sumb ; kompas

Raffi-Nagita Dapat Hadiah Mobil Lamborghini

JAKARTA (SINAR POS
) – Pasangan selebritis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina mengaku bahagia lantaran dirinya mendapatkan kado istimewa. Sekitar pukul 11.30 WIB sekitar 20 deru suara Lamborghini memenuhi Lobby Galeries Lafayette, Pacific Place, Jakarta Pusat, Minggu (19/10). Lamborghini yang dibungkus dengan cover hitam merupakan hadiah istimewa Raffi dan Nagita. Bersama CEO Lamborghini Jakarta, Johnson Yaptonaga dan Hotman Paris, Raffi membuka cover. Lamborghini putih seri Aventador berhias pita merah dipersembahkan dari Lamborghini Jakarta untuk Raffi Ahmad. Di kaca depan mobil pun terdapat tulisan Nagita Raffi. Begitu juga 20 mobil yang konvoi juga bertuliska Raffi dan Nagita. “Keren banget, aku suka,” ucap Raffi saat membuka cover mobil. “Ini putih warna kesayangan, sesuai konsep pernikahan saya juga,” lanjutnya. Selain mobil, Raffi dan Gigi juga mendapat jam tangan limited edition dari DCI. Tawa sumringah pun terlihat dari wajah pengantin baru ini. “Nagitanya lagi dandan, nanti aku kasih langsung ke Nagita,” ucap Raffi sambil memakai jam tangan berwarna hitam dan oranye. sumb; pos kota