Minggu, 24 Mei 2015

Ketika Tegalan Jagung Berbuah Remaja Mesum

SINAR POS TANAM jagung mestinya yang berbuah jagung. Tapi di Jembrana (Bali) justru hasilnya lain. Gusti Putu, 25, menanam jagung di tegalan miliknya, tapi malah berbuah para ABG mesum. Yang demikian ini justru dijadikan penghasilan tambahan. Setiap pergoki remaja mesum, Gusti langsung memerasnya berupa uang dan pelayanan seks. Generasi muda di era gombalisasi harus kreatif, jika tidak akan tergilas jaman. Terjalnya jalan kehidupan harus menjadi tantangan untuk menciptakan peluang baru. Tapi jangan pula terlalu kreatif seperti Gusti Putu yang tinggal di Gelar, Jembrana. Ketika kebon jagungnya tak memuaskan hasil panennya, dia justru memanfaatkan kebun itu sebagai jebakan maut. Mana kala memergoki remaja bercinta di kebon jagung, langsung diobyekin jadi duit. Orangtua Gusti Putu memiliki kebun jagung lumayan luas di dekat areal pemandian Gelar, Jembrana. Tapi sayang, karena masih banyak hujan, tanaman jagungnya tak menghasilkan secara signifikan, jika tak mau disebut puso. Pohonnya memang subur dan lebat, tapi jarang buahnya. Kebetulan lokasi kebun Gusti Putu berdekatan dengan pemandian Gelar. Para remaja yang hendak berenang, banyak yang memanfaatkan pula masuk ke kebun jagung Gusti. Di tempat yang “aman” dan nyaman tersebut para remaja banyak yang suka pacaran secara mendalam. Maksudnya, mereka tak sekedar makan dan jajan bareng, tapi juga bersetubuh pula sebagaimana layaknya suami istri. Gusti Putu yang sering memergoki adegan itu, mendadak timbul naluri bisnisnya. Dua sejoli yang sedang dilamun nafsu itu langsung diancam hendak dilaporkan ke polisi. Tapi jika memberikan kompensasi berupa uang atau HP yang dibawanya, dijamin aman. Bila cewek yang tertangkap basah itu berwajah cantik serba menjanjikan, Gusti tidak butuh uang, tapi pelayanan seks yang sama. Dengan terobosan semacam itu, Gusti Putu sangat sukses sebagai petani jagung. Jagung boleh tidak panen, tapi dari usaha sampingannya dia banyak terima uang, bahkan goyang. Sebab selama jadi tukang peras dan intip ABG pacaran, dia berhasil menggauli sekitar 6 gadis, sementara yang berhasil dikuras uangnya ada 16 pasangan. Karier mesum Gusti Putu tamat ketika ada remaja lain ditangkap polisi gara-gara merampas HP remaja pacaran. Dalam pemeriksaan anak muda itu mengaku sekedar niru Gusti Putu. Tanpa ampun lagi Gusti Putu segera dicokok dan diperiksa. Dalam pengakuannya petani muda nan kreatif itu mengakui telah berhasil merampas sejumlah HP para muda-mudi yang berbuat mesum. Sedang yang ikut numpang menyetubuhi, baru terjadi 6 kali. “Saya hanya pilih yang cantik saja kok Pak.” Kok nggak semuanya? Takut gempor, ya? sumb ; pos kota

Jumat, 22 Mei 2015

Mereka Cari Jalan, Bukan Cari Uang

Duduk di depan saya dua perempuan muda. Mereka sarjana hukum lulusan UI. Wajah dan penampilannya dari kelas menengah, yang kalau dilihat dari luar punya kesempatan untuk "cepat kaya", asal saja mereka mau bekerja di firma hukum papan atas yang sedang makmur, seperti impian sebagian kelas menengah yang memanjakan anak-anaknya. Namun, keduanya memilih bergabung dalam satgas pemberantasan illegal fishing yang dipimpin aktivis senior Mas Achmad Santosa. Dari foto-foto yang ditayangkan presenter Najwa Shihab dalam program Mata Najwa, tampak mereka tengah menumpang sekoci kecil mendatangi kapal-kapal pencuri ikan. Dari Ambon, mereka menuju ke Tual, Benjina, dan pusat-pusat penangkapan ikan lainnya di Arafura. Itu baru permulaan. Sebab, pencurian besar-besaran baru akan terjadi dua sampai tiga bulan ke depan. Mereka, para pencuri itu, datang dengan kapal yang lebih besar, bahkan mungkin dengan "tukang pukul" yang siap mendorong mereka ke laut menjadi mangsa ikan-ikan ganas. Uang atau meaning? Di luar sana, anak-anak muda lainnya setengah mati mencari kerja, ikut seleksi menjadi calon PNS, pegawai bank, konsultan IT, guru, dosen, dan seterusnya. Seperti kebanyakan kaum muda lainnya, mereka semua didesak keluarga agar cepat mendapat pekerjaan, membantu keuangan keluarga, dan menikah pada waktunya. Cepat lulus dan dapat pekerjaan yang penghasilannya bagus. Tak sedikit di antara mereka yang beruntung bertemu orang-orang hebat, dari perusahaan terkemuka, mendapatkan pelatihan di luar negeri, atau penempatan di kota-kota besar dunia. Namun, semua itu akan berubah. Sebab, atasan yang menyenangkan tak selamanya duduk di sana. Kursi Anda bisa berpindah ke tangan orang lain. Kaum muda akan terus berdatangan dan ilmu-ilmu baru terus berkembang. Bulan madu karier pun akan berakhir. Mereka akan tampak tua di mata kaum muda yang belakangan hadir. Sebagian dari mereka juga ada yang menjadi wirausaha. Tidak sedikit yang tersihir oleh kode-kode yang dikirim sejumlah orang tentang jurus-jurus cara cepat menjadi kaya raya. Bisa saja mereka berhasil meraih banyak hal begitu cepat. Namun, benarkah mereka berhasil selama-lamanya? Pengalaman saya menemukan, orang-orang yang dulu begitu getol mencari uang kini justru tak mendapatkan uang. Pada usia menjelang pensiun, semakin banyak orang yang datang mengunjungi teman-teman lama sekadar untuk mendapatkan pinjaman. Sebagian lagi hanya bisa sharing senandung duka. Kontrak rumah dan uang kuliah anak yang belum dibayar, pasangan yang pergi meninggalkan keluarga, dan serangan penyakit bertubi-tubi. Padahal, dulu mereka begitu getol mengejar gaji besar, berpindah-pindah kerja demi kenaikan pendapatan. Saya ingin memberi tahu Anda nasihat yang pernah disampaikan oleh Co-Founder Apple, Guy Kawasaki. Kepada kaum muda, ia pernah mengatakan begini: "Kejarlah meaning. Jangan kejar karier demi uang. Sebab, kalau kalian kejar uang, kalian tidak dapat 'meaning', dan akhirnya tak dapat uang juga. Kalau kalian kejar 'meaning', maka kalian akan mendapatkan position, dan tentu saja uang." Lantas apa itu meaning? Meaning itulah yang sedang dikerjakan anak-anak perempuan tadi yang saya temui dalam tapping program televisi Mata Najwa edisi hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei beberapa hari ke depan, menjadi relawan dalam tim pemberantas illegal fishing. Itu pulalah yang dulu dilakukan oleh para mahasiswa kedokteran di Stovia yang mendirikan Boedi Oetomo yang menandakan Kebangkitan Nasional Indonesia. Bahkan, itu pula yang dijalankan oleh seorang insinyur lulusan ITB yang merintis kemerdekaan Indonesia, Ir Soekarno. Itu pula yang dilakukan para CEO terkemuka saat mereka muda. Di seluruh dunia, para pemimpin itu lahir dari kegigihannya membangun meaning, bukan mencari kerja biasa. Dalam kehidupan modern, itu pulalah jalan yang ditempuh para miliarder dunia. Mereka bukanlah pengejar uang, melainkan pengejar mimpi-mimpi indah, seperti yang diceritakan oleh banyak eksekutif Jerman yang dulu menghabiskan waktu berbulan-bulan kerja sosial di Afrika. "Tidak saya duga, apa yang saya lakukan 20 tahun lalu itulah yang diperhatikan pemegang saham," ujar mereka. Saya jadi ingat dengan beberapa orang yang mencari kerja di tempat saya, baik di UI maupun di berbagai aktivitas saya. Ada yang benar-benar realistis, datang dengan gagasan untuk membangun meaning, dan ada yang sudah tak sabaran mendapatkan gaji besar. Kelompok yang pertama, sekarang bisa saya sebutkan mereka berada di mana saja. Sebagian sudah menjadi CEO, pemimpin pada berbagai organisasi, dan tentu saja wirausaha yang hebat atau PhD lulusan universitas terkemuka. Namun, kelompok yang kedua, datang dengan tawaran yang tinggi. Ya, mereka menilai diri jauh lebih tinggi dari kemampuan mereka. Tak jarang ada yang diminta berhenti oleh keluarganya hanya beberapa bulan setelah bekerja demi mencari pekerjaan yang gajinya lebih besar. Amatilah mereka yang baru menikah. Kalau bukan pasangannya, bisa jadi orangtua atau mertua ikut mengubah arah hidup dan mereka pun masuk dalam pusaran itu. Padahal, semua orang tahu orang yang mengejar meaning itu menjalankan sesuatu yang mereka cintai dan menimbulkan kebahagiaan. Bahagia itu benih untuk meraih keberhasilan. Orang yang mengejar gaji berpikir sebaliknya, kaya dulu, baru bahagia. Ini tumbuh subur kala orang dituntut lingkungannya untuk mengonsumsi jauh lebih besar dari pendapatan. Sebaliknya, mereka yang membangun meaning, tahu persis, musuh utama mereka adalah konsumsi yang melebihi pendapatan. Potret diri Kalau saya merefleksikan ke belakang tentang hal-hal yang saya jalani dalam hidup saya, dapat saya katakan saya telah menjalani semua yang saya sebutkan di atas. Sementara itu, teman-teman yang 30 tahun lalu memamerkan kartu kreditnya (saat itu adalah hal baru bagi bangsa ini), pekerjaan dengan gaji besar, jabatan dan seterusnya, kini justru tengah mengalami masa-masa yang pahit. Seorang pengusaha besar mengatakan begini, "Uang itu memang tak punya mata, tetapi mempunyai penciuman. Ia tak bisa dikejar, tetapi datang tiada henti kepada mereka yang meaning-nya kuat." Di dinding perpustakaan kampus Harvard, saya sering tertegun membaca esai-esai singkat yang ditulis oleh para aplikan yang lolos seleksi. Tahukah Anda, mereka semua menceritakan perjalanan membangun meaning. Maka, saya tak heran saat Madame Sofia Blake, istri Duta Besar Amerika Serikat, di sini berkunjung ke Rumah Perubahan minggu lalu, ia pun membahas hal yang sama untuk membantu 25 putra-putri terbaik Indonesia agar bisa tembus diterima di kampus utama dunia. Meaning itu adalah cerita yang melekat pada diri seseorang, yang menciptakan kepercayaan, reputasi, yang akhirnya itulah yang Anda sebut sebagai branding. Anda bisa mendapatkannya bukan melalui jalan pintas atau lewat jalur cara cepat kaya. Meaning itu dibangun dengan cara yang berbeda dari yang ditempuh pekerja biasa, dari terobosan-terobosan baru. Kadang, dari bimbingan orang-orang besar yang memberikan contoh dan mainan baru. Ya, contoh dan mainan itulah yang perlu kita cari dan terobosan-terobosan yang kita lakukan kelak memberikan jalan terbuka. Selamat mencoba. Selamat hari Kebangkitan Nasional. Jangan lupa pemuda yang dulu membangkitkan kesadaran berbangsa di negeri ini adalah juga para pembangun meaning.SUMB; KOMPAS

Kamis, 21 Mei 2015

TAMAN SEGITIGA PCP TAMANSARI, PENGUBENGAN KANGIN, JADI TEMPAT PARKIR

Sungguh ironis taman segitiga PCP/taman sari yang ada di pengubengan kangin, kerobokan kelod dijadikan tempat parkir mobil dan disana ada plang/nama pangkalan taxi/ transport, dimana taman PCP merupakan fasilitas bermain untuk perumahan, dan tempat bermain anak-anak bahkan tempat berolahraga. Taman segitiga PCP yang dulunya hijau, sekrang tidak karena rumput di potong dan saluran air yang seharusnya tempat air mengalir ditutup agar mobil bisa masuk, dimana letak estetika orang yan gtak bertanggung jawab ini, kata penghuni-penghuni perumahan ini, kta Pak Nyoman: taman adalah fasilitas umu, bukan tempat transportasi, kalau bisa cari tempat lain, dan cari tempat kontrakan. agar taman yang dulunya berfungsi sebagai fasilitas umum berfungsi seperti sediakala". dan saluran air yang ditutup agar di buka kembali supaya air yang mengalir bisa sampai ke sawah dan tidak membuat banjir. Anak yang dulunya tempat bermain bola, dan ada tempat ayunan, banyak penghuni perumahan taman sari yang jalan-jalan karena udaranya masih sejuk dan segar, sekarang sudah tidak ada. kata Pak Nyoman yang tidak mau disebut namanya, dia berharap lingkungan ketua lingkungan perumah PCP taman sari/ ketua lingkungan Pengubengan kangin, Kerobokan kelod untuk turun tangan menegur yang parkir di taman segitiga PCP taman sari. Dan memperbaiki taman yang rusak agar hijau kembali. dan jalan disekitar segitiga PCP jangan digunakan untuk tempat parkir, jalan yang ada di segitiga PCP jangan dijadikan tempat parkir, yang seharusnya jalan ini digunakan untuk berolahraga, anak-anak yang bermain, dan untuk pertemuan penghuni perumahan PCP

Rabu, 20 Mei 2015

Bikin jera, polisi paksa pemilik sepeda motor dengerin suara knalpot

Foto yang di-share oleh salah satu akun Facebook bernama Ibad Adnan di grup OPEK (Orang PEKalongan) Sabtu (16/5) memperlihatkan seorang anak muda yang juga pemilik sepeda motor dipaksa oleh seorang polisi mendengarkan bunyi knalpot motor tersebut. Tampak sepeda motor itu menggunakan knalpot tanpa silencer atau peredam suara. Pemakaian knalpot seperti itu salah karena sangat mengganggu lingkungan dengan bunyi suaranya. Belum diketahui lokasi pengambilan foto tersebut di daerah mana. Dalam foto yang di-share itu, polisi terlihat menginjak punggung pemilik sepeda motor yang terkesan memaksa mendekatkan telinganya ke knalpot, supaya anak muda itu mendengar bunyi knalpot sepeda motornya dari jarak dekat. Bisa dibayangkan suara yang dihasilkan knalpot tanpa silencer terdengar cempreng dan kenceng banget, bisa jadi mengakibatkan gendang telinga bisa pecah. Waduh. Mungkin polisi tersebut ingin memberikan efek jera, tapi di lain sisi cara pemberian hukuman seperti itu tampak kasar dan tidak mendidik. Ada-ada saja.

Jatah dari Istri Kurang Ponakan pun “Digosok”

GUBERNUR Ahok sempat kesal, PNS DKI digaji tinggi ada yang kerjanya nggosok akik di kantor. Di Pemkab OKU (Sumsel), ada oknum PNS kerjanya justru “nggosok” ponakan sampai 20 kali. Saat ditangkap polisi, Wardansyah, 52, mengaku khilaf, karena “jatah” dari istrinya setiap minggu kurang. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sempat melampiaskan uneg-unegnya, karena banyak PNS di Pemprov yang kerjanya tak sebanding dengan gajinya yang tinggi. Bayangkan, digaji Rp 9 juta sebulan, tapi pekerjaannya hanya layak dibayar Rp 2 juta. Paling menjengkelkan, ada laporan bahwa ada pimpinan kantor ngetik di komputer saja tidak becus, tapi di kantor kerjanya malah nggosok akik melulu! Itu masih mending. Di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumsel, ada oknum PNS di Dinas Perkebunan & Kehutanan yang bertahun-tahun kerjanya “nggosok” ponakan sendiri di kamar. Kalau akik digosok terus jadi mengkilap, lha kalau ponakan yang “digosok” dengan paksa, tentu saja bukan mengkilap tapi malah mengkelap. Akhirnya Windi, 16, pun mengadu pada keluarganya. Ketahuanlah belang si paman celamitan itu. Sebagai PNS yang bertugas di Dinas Perkebunan dan Kehutanan, Wardansyah sangat mengetahui apa itu ilegal loging (kayu gelap). Tapi di sisi lain, ternyata dia juga jadi pelaku “ilegal loving” alias cinta gelap. Soalnya, ponakan sendiri yang berarti anak daripada kakak kandungnya, tega-teganya diperlakukan bak istri sendiri. Digauli dengan paksa manakala dia sedang kepengin. Apakah dia duda atau perjaka tua? Bukan, dia juga punya istri yang kebetulan bukan perempuan rumahan yang kerjanya hanya “mamah” dan “mlumah”. Istrinya memang termasuk wanita sibuk, sehingga “jatah” untuk suami tak bisa diberikan secara cukup dan patut. Asal suami minta haknya, sering berasalan capek dan ngantuk karena kerja seharian di kantor. Walhasil biasanya seminggu minimal dua kali, kini sering kosong. Dalam sebulan paling banter dapat pasokan 3-4 kali. Dibrengkal pun, sang istri lebih berat ke ngoroknya ketimbang melayani suami sebagai kewajiban. Bila suami mengingatkan akan dikutuk malaikat sampai pagi, istri justru mendebat, “Itu haditsnya soheh atau dhoif (lemah)?” Bila yang kurang itu jatah makan, bisa dipenuhi lewat jajan di warung. Tapi jika yang kurang tersebut soal kebutuhan biologis, bagaimana mencari solusi? Jajan lewat prostitusi online, untuk boking artis AA mana Wardansyah punya duit Rp 200 juta. Lagi pula duit sebegitu banyak hanya untuk sekali pakai, mending untuk bikin rumah kontrakan dapat beberapa pintu. Setan pun kemudian mengompori agar memanfaatkan ponakan sendiri, Windi, yang selama ini ikut padanya. Soal moral dan dosa, untuk dunia persetanan itu tidak kompatibel. Justru setan memang mengajaknya untuk berlomba-lomba dalam kebajingan. “Makanya Bleh, ponakan buat penak-penakan, bagi kalangan setan itu sebuah keniscayaan,” kata setan meyakinkan. Ee, ternyata bujukan setan itu dipraktekkan benar. Ketika situasi di rumah demikian kondusif, Windi dengan ancaman golok berhasil digaulinya kali pertama. Sukses dengan debut pertamanya, oknum PNS itu jadi ketagihan. Bila PNS lain pada sibuk nggosok akik, diam-diam Wardansyah terus “nggosok” ponakan di ranjang. Hal itu dilakukan sejak ponakan duduk di SD kelas VI, berlanjut sampai duduk di kelas III SMP sekarang ini. Yang terakhir kali, ponakan sedang ganti baju sepulang sekolah langsung dicemplak. Dengan sangat terpaksa Windi terpaksa melayani. Tapi habis itu dia lapor keluarganya, dan kemudian diteruskan ke polisi. Saat ditangkap Wardansyah mengakui telah menggauli ponakannya itu sebanyak kurang lebih 20 kali. “Saya khilaf karena jatah dari istri kurang,” ujarnya sambil tersipu-sipu. Khilaf kok sampai 20 kali. sumb; pos kota

Rabu, 13 Mei 2015

Aku Sudah Dua Belas Tahun Menikah, tapi hasilnya keringetan doang

ORANG bila sudah hobi catur, bisa lupa waktu. Seperti Malik, 39, dari Medan ini contohnya, di rumah tetangga dia penasaran karena kuda miliknya dimakan raja yang dimainkan kenalan baiknya. Padahal di rumah, istrinya yang cantik itu, Erwinta, 33, malah sedang sibuk dimakan Sahib, 38, tetangganya. Berbahagialah orang bisa menikmati hobinya. Soalnya banyak orang punya hobi ini itu, tapi giliran sudah pension, hobi itu mandeg karena untuk memperturutkannya perlu dukungan dana yang cukup kuat. Contohnya si Malik dari Jalan Sudirman, Dusun V, Desa Cinta Rakyat ini, saking hobinya pada permainan catur yang murah meriah, malam hari suka “menelantarkan” istri di rumah demi biji dan bidak caturnya. Mengapa Malik lebih berat ke catur ketimbang istri? Katanya, sudah jenuh karena berumahtangga sudah 12 tahun tapi hasilnya keringatan doang tiap malam. Maksudnya, anak yang ditunggu-tunggu setiap insane perkawinan, tak kunjung datang. Jangan-jangan istrinya yang mandul. Hobi catur Malik ternyata bisa dimanfaatkan oleh Sahib, tetangganya. Lelaki ini memang tak punya hobi catur. Namun demikian dia selalu memperhatikan Malik, tetangga satu gang, kapan dia di rumah dan kapan tidak; selalu tahu. Maklum, dia punya missi tersembunyi, yakni ingin mengencani istri Malik, yang cantik itu. “Kalau sama aku, satu putaran juga langsung punya momongan,” ujarnya agak takabur. Dia sebetulnya sudah lama mengincar Erwinta itu, tapi selalu terkendala oleh peluang emas yang tak kunjung hadir. Kok belakangan Sahib melihat Malik malam hari suka main catuir berlama-lama di rumah Pak RT. Langsung otak cerdasnya bekerja. Ini peluang emas yang harus ditindak lanjuti, begitu pikirnya. Sekali waktu di kala Malik main catur, diam-diam Sahib mengunjungi Erwinta. To the point saja, dia ingin mengajak wanita itu berhubungan bak suami istri. Soalnya, buat apa mengharapkan anak dari suami jika sekian lama tak kunjung terwujud. “Mending terima investor asing, tanpa kena pajak lagi,” kata Sahib berpromosi. Awalnya Erwinta takut. Tapi setelah Sahib memberi jaminan bahwa proyek “bur-ngga” alias burung tetangga itu akan sukses, baru Erwinta rela menyerahkan tubuhnya. Nah, sejak itulah Sahib sering menerima pelayanan seksual dari tetangga yang cantik dan putih itu. Yang kasihan tentu saja Malik. Di rumah Pak RT kuda miliknya sudah dimakan menteri, di rumah istrinya masih juga dimakan tetangga! Beberapa malam lalu dia merasa tak enak saat main catur tengah malam. Belum juga permainan usai, dia mohon pamit dengan alasan sudah ngantuk. Dan setibanya di rumah dia sungguh kabet karena mendengar desah-desah nikmat istrinya di ranjang. Begitu ditengok, busyett……dia sedang disetubuhi oleh Sahib tetangganya. Kontan Sahib diseret dan ditempeleng, begitu pula istrinya. Lebih dari itu keduanya segera diserahkan ke polisi. Dalam pemeriksaan Erwinta mengakui, mau melayani Sahib karena ingin segera punya momongan. “Aku sudah dua belas tahun menikah, tapi hasilnya keringetan doang Pak.” Kata Erwinta. Ya dilap pakai handuk, dong ah!SUMB; POS KOTA

Senin, 11 Mei 2015

Video Penangkapan Artis AA Beredar di YouTube

Video penangkapan AA beredar di YouTube. Video ini menggambarkan dua polisi, seorang polisi laki-laki-laki berpakaian preman dan seorang polisi yang memakai jilbab, menggiring perempuan cantik mirip Amel Alvi ke markas Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Selatan. Sebelumnya, Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Selatan menangkap perempuan dengan inisial AA itu pada Jumat malam, 8 Mei 2015. Dia ditangkap bersama germonya, Robby Abbas, 32 tahun. Polisi tidak menyebutkan bahwa artis papan atas itu adalah Amel Alvi, model majalah hiburan pria. Polisi beralasan AA, 22 tahun, masih ditetapkan sebagai saksi. Dalam video yang diunggah pada 10 Mei 2015, tampak AA dengan gaun khasnya, warna silver tipis dan pendek di atas lutut, berjalan gontai. Dia memakai jaket hitam untuk menutupi kepala dan wajahnya. Dalam video yang diambil dari kamera ponsel itu, AA berupaya menyembunyikan wajahnya dengan menunduk dan menggandeng tangan polisi berjilbab. Namun tetap saja wajahnya yang dikenal banyak orang itu tetap muncul di video yang berdurasi 2 menit 47 detik itu. Video itu diunggah oleh Rima Channel. Amel Alvi berulang kali membantah berita tersebut lewat akun Instagramnya. Kali ini Amel kembali mem-posting foto di Instagram miliknya. "Pada salah sangka semua. Artis AA kan banyak. Bukan aku. Aku ada di apartemen, nih. Bukan Amel aku kali. Ini buktinya aku bisa pegang HP," katanya. "Aku baik-baik aja. Bukan aku inisial AA itu," ujarnya. Amel memasang foto selfie di akun Instagram-nya @amelalvi28 pada Sabtu sore. Amel terlihat berfoto sambil tiduran. Ia memakai baju dengan motif kulit macan tutul. Sabtu sore polisi telah melepas artis AA. Polisi masih tutup mulut soal siapa AA dan mengapa perempuan bertarif Rp 80 juta sekali kencan itu dilepas. "Terkait dengan profesi, siapa, dan sebagainya, karena itu (AA) adalah saksi, kami belum bisa merilisnya. Itu menyangkut pemberkasan," kata Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Wahyu Adiningrat di kantornya, Polres Jakarta Selatan, Sabtu, 9 Mei 2015. (Baca: Bisnis Wah Germo: Tawarkan Wanita dari Jakarta hingga Boston) Kendati perempuan ditangkap bersama Abbas Jumat malam tadi belum dipastikan sebagai Amel, netizen ramai membincangkannya. Sejumlah netizen di forum dan linimasa Twitter menyebut perempuan itu Amel, model yang sempat nongol di majalah Popular dan FHM, yang kini kerap manggung sebagai disc jockey. Ini bukan kali pertama namanya diperbincangkan di obrolan forum-forum cyber. Pada September 2013, Amel sudah disebut sebagai wanita penghibur. Tarifnya disebut mulai melonjak sejak jadi model majalah hiburan pria. Netizen menyebut saat itu tarif Amel Rp 25 juta. (Baca pula: Bisnis Wah Germo: Aneka Modus Tawarkan Pelacur Papan Atas) Manajer Amel untuk tawaran menyanyi dan DJ, Omar, enggan menanggapi bahwa AA yang ditangkap Polres Jakarta Selatan itu adalah kliennya. Menurut Omar, kabar ditangkapnya AA sebagai wanita penghibur belum jelas. "Aku enggak bisa ngomong soal itu," kata Omar saat dihubungi . Lewat akun Twitter-nya, @amelalvi28, Amel membantah bahwa perempuan berinisial AA yang ditangkap Polres Jakarta Selatan itu adalah dirinya. Menurut Amel, banyak artis yang berinisial AA dan bukan dirinya saja. "Semuanya, inisial AA itu bukan aku. Mungkin artis lain. Kan banyak yang inisialnya AA. Aku baik-baik saja," cuit Amel. (Baca: Polisi Tangkap AA, Model Dewasa Bertarif Rp 80-200 Juta) Namun, hingga kini belum dapat dipastikan apakah akun Twitter @amelalvi28 merupakan akun Twitter asli milik Amel. Namun nomor telepon seluler milik Omar yang disebut dan mengaku sebagai manajer Amel terpajang di biografi akun tersebut. Sebelumnya, polisi menangkap Robby Abbas, 32 tahun, di sebuah hotel mewah di Jakarta Selatan, Jumat, 8 Mei 2015 malam. Robby kini ditetapkan sebagai tersangka germo AA. Robby ditangkap saat bertransaksi dengan polisi yang menyamar sebagai pelanggan wanita binaannya. (Simak juga: Tak Cuma 200 Pelacur Wanita, Robby Juga Tawarkan Pria) sumb;tempoVideo penangkapan AA beredar di YouTube. Video ini menggambarkan dua polisi, seorang polisi laki-laki-laki berpakaian preman dan seorang polisi yang memakai jilbab, menggiring perempuan cantik mirip Amel Alvi ke markas Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Selatan. Sebelumnya, Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Selatan menangkap perempuan dengan inisial AA itu pada Jumat malam, 8 Mei 2015. Dia ditangkap bersama germonya, Robby Abbas, 32 tahun. Polisi tidak menyebutkan bahwa artis papan atas itu adalah Amel Alvi, model majalah hiburan pria. Polisi beralasan AA, 22 tahun, masih ditetapkan sebagai saksi. Dalam video yang diunggah pada 10 Mei 2015, tampak AA dengan gaun khasnya, warna silver tipis dan pendek di atas lutut, berjalan gontai. Dia memakai jaket hitam untuk menutupi kepala dan wajahnya. Dalam video yang diambil dari kamera ponsel itu, AA berupaya menyembunyikan wajahnya dengan menunduk dan menggandeng tangan polisi berjilbab. Namun tetap saja wajahnya yang dikenal banyak orang itu tetap muncul di video yang berdurasi 2 menit 47 detik itu. Video itu diunggah oleh Rima Channel. Amel Alvi berulang kali membantah berita tersebut lewat akun Instagramnya. Kali ini Amel kembali mem-posting foto di Instagram miliknya. "Pada salah sangka semua. Artis AA kan banyak. Bukan aku. Aku ada di apartemen, nih. Bukan Amel aku kali. Ini buktinya aku bisa pegang HP," katanya. "Aku baik-baik aja. Bukan aku inisial AA itu," ujarnya. Amel memasang foto selfie di akun Instagram-nya @amelalvi28 pada Sabtu sore. Amel terlihat berfoto sambil tiduran. Ia memakai baju dengan motif kulit macan tutul. Sabtu sore polisi telah melepas artis AA. Polisi masih tutup mulut soal siapa AA dan mengapa perempuan bertarif Rp 80 juta sekali kencan itu dilepas. "Terkait dengan profesi, siapa, dan sebagainya, karena itu (AA) adalah saksi, kami belum bisa merilisnya. Itu menyangkut pemberkasan," kata Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Wahyu Adiningrat di kantornya, Polres Jakarta Selatan, Sabtu, 9 Mei 2015. (Baca: Bisnis Wah Germo: Tawarkan Wanita dari Jakarta hingga Boston) Kendati perempuan ditangkap bersama Abbas Jumat malam tadi belum dipastikan sebagai Amel, netizen ramai membincangkannya. Sejumlah netizen di forum dan linimasa Twitter menyebut perempuan itu Amel, model yang sempat nongol di majalah Popular dan FHM, yang kini kerap manggung sebagai disc jockey. Ini bukan kali pertama namanya diperbincangkan di obrolan forum-forum cyber. Pada September 2013, Amel sudah disebut sebagai wanita penghibur. Tarifnya disebut mulai melonjak sejak jadi model majalah hiburan pria. Netizen menyebut saat itu tarif Amel Rp 25 juta. (Baca pula: Bisnis Wah Germo: Aneka Modus Tawarkan Pelacur Papan Atas) Manajer Amel untuk tawaran menyanyi dan DJ, Omar, enggan menanggapi bahwa AA yang ditangkap Polres Jakarta Selatan itu adalah kliennya. Menurut Omar, kabar ditangkapnya AA sebagai wanita penghibur belum jelas. "Aku enggak bisa ngomong soal itu," kata Omar saat dihubungi Tempo. Lewat akun Twitter-nya, @amelalvi28, Amel membantah bahwa perempuan berinisial AA yang ditangkap Polres Jakarta Selatan itu adalah dirinya. Menurut Amel, banyak artis yang berinisial AA dan bukan dirinya saja. "Semuanya, inisial AA itu bukan aku. Mungkin artis lain. Kan banyak yang inisialnya AA. Aku baik-baik saja," cuit Amel. (Baca: Polisi Tangkap AA, Model Dewasa Bertarif Rp 80-200 Juta) Namun, hingga kini belum dapat dipastikan apakah akun Twitter @amelalvi28 merupakan akun Twitter asli milik Amel. Namun nomor telepon seluler milik Omar yang disebut dan mengaku sebagai manajer Amel terpajang di biografi akun tersebut. Sebelumnya, polisi menangkap Robby Abbas, 32 tahun, di sebuah hotel mewah di Jakarta Selatan, Jumat, 8 Mei 2015 malam. Robby kini ditetapkan sebagai tersangka germo AA. Robby ditangkap saat bertransaksi dengan polisi yang menyamar sebagai pelanggan wanita binaannya. (Simak juga: Tak Cuma 200 Pelacur Wanita, Robby Juga Tawarkan Pria)