Breaking News

Monday, April 14, 2014

PDIP ‘Rebut’ Ketua DPRD Bali

DENPASAR-BALI
Meski belum ada pleno KPU untuk perolehan kursi Dewan hasil Pileg 2014, namun PDIP sudah dipastikan bakal rebut kembali kursi Ketua DPRD Bali 2014-2019. Pasalnya, PDIP kembali mendominasi kursi DPRD Bali yang berjumlah 55 unit. Informasi yang dihimpun NusaBali, hingga Minggu (13/4) perolehan suara PDIP di 9 Kabupaten/Kota se-Bali untuk perebutan kursi DPRD Provinsi, tidak terbendung. Bahkan, dominasi PDIP diperkirakan bisa melebihi perolehan 24 kursi yang dibukukannya dalam Pileg 2009 lalu. Jika ini bertahan sampai akhir, berarti jabatan Ketua DPRD Bali kembali jatuh ke tangan PDIp sebagai jawara Pileg 2014 di Pulau Dewata. Pasalnya, sampai saat ini belum ada perubahan aturan soal struktur Pimpinan Dewan yang mengacu dengan aturan lama yakni UU Nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD. Berdasarkan aturan itu, Ketua DPRD Provinsi diberikan kepada partai politik dengan perolehan kursi terbanyak. Di sejumlah daerah di Bali, PDIP bahkan diprediksi menambah jumlah kursi Dewan Provinsi. Dari Dapil Jembrana, misalnya, PDIP berpeluang menyambar 2 dari 4 jatah kursi DPRD Bali, karena suara Partai Banteng Gemuk tembus angka 58.000. Dua kursi DPRD Bali dari PDIP Dapil Jembrana kemungkinan besar akan direbut Ida Bagus Ketut Birawa (incumbent) dan I Wayan Rayun (new comer). Hingga Minggu kemarin, IB Birawa disebutkan telah mengantongi 28.000 suara, sementara Wayan Rayun meraih 6.000. Dua kursi DPRD Bali dari Dapil Jembrana lainnya kemungkinan akan direbut caleg incumbent asal parpol berbeda: Nengah Tamba (Demokrat) dan Ketut Suania (Golkar). Nengah Tamba yang kini Ketua Fraksi Demokrat DPRD Bali telah mengantongi 14.200 suara, sementara Ketut Suania (kini anggota Fraksi Golkar DPRD Bali) mengkoleksi 8.000 suara. Dalam Pileg 2009 lalu, PDIP hanya mampu meloloskan satu calegnya ke kursi DPRD Bali dari Dapil Jembrana, yakni IB Birawa. Satu kursi lagi saat itu dari Dapil Jembrana---di luar IB Birawa, Nengah Tamba, Ketut Suania---direbut caleg PNBKI, Wayan Pinta Yadia. Namun, dalam Pileg 2014 ini, Pinta Yadia yang maju sebagai caleg DPRD Bali dari Hanura Dapil Jembrana, kemungkinan terpental karena suaranya jeblok. Bukan hanya di Dapil Jembrana, PDIP juga diperkirakan bisa menambah kursi DPRD Bali dari Dapil Buleleng hasil Pileg 2014. PDIP diprediksi akan meraih 5 kursi dari semula 4 kursi hasil Pileg 2009 lalu. Pada 2009 lalu, kursi DPRD Bali dari PDIP Dapil Buleleng masing-masing direbut Putu Agus Suradnyana, Gede Kusumaputra, Ketut Kariyasa Adnyana, dan Dewa Nyoman Rai Adi. Lima (5) kursi DPRD Bali yang kemungkinan akan direbut PDIP dari Dapil Buleleng dalam Pileg 2014 masing-masing melalui Ketut Karyasa Adnyana (incumbent), Gede Kusuma Putra (incumbent), Dewa Made Mahayadnya (new comer), Kadek Setiawan (new comer), dan Dewa Nyoman Rai Adi. Hingga Minggu kemarin, Kariyasa Adnyana sudah 21.065 suara, sementara Kusumaputra dulang 17.503 suara, disusul Dewa Mahayadnya (17.488 suara), Kadek Setiawan (14.028 suara), dan Dewa Rai Adi (11.430 suara). Gede Kusumaputra, Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Bali yang juga Korwil Buleleng DPD PDIP Bali, juga menyatakan optimis partainya sambar 5 kursi dari Dapil Gumi Panji Sakti. “Ya, PDIP berpeluang besar mendapatkan 5 kursi dari Dapil Buleleng. Mudah-mudahan, 5 kursi itu aman,” jelas politisi PDIP asal Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng ini kepada NusaBali, Minggu kemarin. Dikonfirmasi terpisah, Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPD PDIP Bali, Wayan Sutena, juga memastikan partainya bakal sukses mempertahankan jabatan Ketua DPRD Bali---yang sebelumnya diegang AA Ngurah Oka Ratmadi alias Cok Rat (dalam Pileg 2014 maju sebagai calon anggota DPD RI. Sebab, kata Sutena, PDIP tetap jadi pemenang Pileg 2014 di Bali. “Apalagi, ada kursi yang bertambah dari beberapa Dapil, seperti Dapil Buleleng dan Jembrana,” ujar Sutena. Menurut mantan Ketua DPRD Klungkung 1999-2004 ini, dari Dapil Tabanan, PDIP kemungkinan akan mampu mempertahankan 5 kursi DPRD Bali. Sedangkan dari Dapil Denpasar, kata Sutena, PDIP diestimasi akan tetap pertahankan 3 kursi DPRD Bali. Sementara untuk Dapil Badung, menurut Sutena, 3 kursi milik PDIP di DPRD Bali juga dipastikan akan bertahan. Sebaliknya, di Dapil Klungkung, PDIP diperkirakan masih mampu mempertahankan satu kursi DPRD Bali seperti hasil Pileg 2009. ”Meski suara partai turun di Klungkung, tapi jatah satu kursi DPRD Bali kemungkinan aman,” jelas Sutena, yang caleg DPRD Bali dari PDIP Dapil Klungkung bersama Ketut Mandia (incumbent). Untuk Dapil Karangasem, kata Sutena, PDIP juga kemungkinan besar masih mampu mempertahankan 2 kursi DPRD Bali. Yang membuat PDIP agak cemas, kata Sutena, adalah di Dapil Bangli. “Di Bangli dalam kondisi sekarang kita tidak berani mengatakan bakal dapat dua kursi DPRD bali seperti Pileg 2009. Sebab, lagi gonjang-ganjing (karena caleg incumbent PDIP, Hening Puspita Rinti, dijebloskan ke tahanan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana bansos, Red). Ya, mudah- mudahan bisa bertahan 2 kursi dari Bangli,” tandas Sutena. Sementara itu, Hening Puspita Rini kemungkinan besar akan masuk kotak, setelah terpuruk dalam perolehan suara sementara Pileg di Dapil Bangli. Adik ipar mantan Bupati Bangli Nengah Arnawa yang bertarung dari balik teralik besi ini baru meraup sekitar 4.400 suara hingga Minggu kemarin. Informasi yang dihimpun NusaBali, Hening diungguli dengan suara cukup jauh oleh dua caleg DPRD Bali dari PDIP Dapil Bangli lainnya, yakni Nyoman Budi Utama dan Nyoman Adnyana. Hingga kemarin, Budi Utama disebut-sebut telah raih 29.400 suara, sementara Nyoman Adnyana raup 17.000 suara. Budi Utama dan Nyoman Adnyana diperkirakan akan melenggang mulus ke kursi DPRD Bali Dapil Bangli. Satu kursi DPRD Bali lainnya dari Dapil Bangli diprediksi akan jatuh ke tangan Wayan Gunawan, caleg incumbent dari Golkar yang sudah dua kali periode duduk di Dewan. Hingga kemarin, Gunawan---Ketua DPD II Golkar Bangli yang kini Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali---telah mengantongi 20.500 suara. Selain itu, caleg PKPI ida Bagus Santosa juga disebut-sebut berpeluang tembus DPRD Bali dcari Dapil Bangli, karena suaranya cukup signifikan. Dikonfirmasi NusaBali, Budi Utama juga mengklaim telah dapat 29.400 suara. "Itu perolehan suara sementara, saya yakin masih terus meningkat hingga 30.000 suara. Karena, masih ada sejumlah TPS yang belum dihitung suaranya,” tandas Budi Utama, Minggu kemarin. Paparan senada juga disampaikan Gunawan. Politisi Golkar asal Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli ini mengklaim sudah dapat 20.500 suara. "Jumlah suara keseluruhan nanti bisa bertambah,” tegas Gunawan sumber:nusabali.com
Read more ...

Bercinta dengan Siswa SMA, Guru GTT Dipolisikan

MALANG-JAWATIMUR
Seorang Guru Tidak Tetap (GTT) diamankan Polisi. Guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Malang itu dilaporkan pihak keluarga korban telah melakukan pencabulan pada seorang siswi SMA yang masih berumur 16 tahun. Guru mesum itu diketahui berinisial FA (24), warga Desa Donomulyo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Pelaku kini masih duduk di bangku kuliah di salah satu universitas di Kabupaten Malang. "Saya memang sering melakukan hubungan intim di rumah saya sendiri. Hal itu dilakukan atas dasar suka sama suka. Yang perempuan memang bersedia untuk membuktikan bahwa saya serius siap menikahi dia," kata FA, Senin (14/4/2014) siang di ruang Satreskrim Polres Malang. Namun, hubungannya dengan korban tidak disetujui kedua orang tua korban. "Hanya orang tuanya yang tidak setuju. Kalau anaknya sudah mau dan saya mau menikahinya," ungkap FA. Secara terpisah, Kasatreskrim Polres Malang AKP Aldy Sulaeman, menjelaskan, pelaku sejak 2012 berpacaran dengan korban. "Pelaku mengaku suka sama suka. Bahkan keduanya sudah sering melakukan hubungan layaknya suami istri di rumah pelaku," katanya. Hubungan pelaku dan korban tidak disetujui pihak orang tua korban. "Akhirnya orang tua korban melaporkan ke polisi. Karena korban masih sekolah dan di bawah umur, pelaku kita amankan," katanya. Aldy melanjutkan, FA seorang guru tidak tetap (GTT) di salah satu SDN di Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Perbuatan pelaku terbongkar setelah pihak orang tua korban memergokinya sedang berhubungan intim. "Tersangka telah melakukan perbuatan cabul pada korban yang di bawah umur," bebernya. Aldy menambahkan, pelaku juga diketahui telah memproduksi video saat melakukan hubungan layaknya suami istri bersama korban. "Hal itu untuk menunjukkan keseriusan tersangka pada pelaku. Pelaku kita jerat pasal 27 junto 45 UU Nomor 11 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman selama 6 tahun penjara," tandasnya. sumber:beritajatim.com
Read more ...

Mabuk, Terjungkal, Kepala Bocah SMP Bocor

KEDIRI -JATIM
- Puluhan remaja terjaring razia petugas Polres Kediri Kota. Diantara mereka, dua orang diketahui masih berstatus sebagai pelajar SMP. Parahnya, kedua tertangkap basah petugas saat berpesta minuman keras (miras) di sebuah warung remang-remang. Saat diamankan petugas, dua siswa SMP asal Kabupaten Kediri itu dalam keadaan mabuk berat. Mereka terus berbicara ngelantur dan berjalan sempoyongan. Karena teler, satu diantaranya sempat terjungkal saat berjalan, dan kepalanya bocor. Luka bocor di kepala bagian belakang pelajar asal Kecamatan Banyak itu membuat pemilik warung dan pengunjung mengerumuninya, guna memberikan pertolongan. Tetapi yang bersangkutan justru menolak diantar ke rumah sakit, namun memilih langsung pergi. Agung, salah satu siswa SMP yang kepergok tengah mabuk mengaku, baru sekali mengkonsumsi miras di warung remang-remang kawasan Lebak Tumpang, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Dia mengaku, minum miras dari jenis baceman atau arak yang dicampur dengan minuman lainnya. "Baru sekali ini pak. Saya tidak berbohong," ujar Agung. Petugas menemukan sejumlah botol bekas minuman keras di sekitar lokasi pesta. Botol-botol itu kemudian dibawa ke Mapolres Kediri Kota, sebagai barang bukti. Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Sudarto mengatakan, razia dilakukan dalam rangka membantu masyarakat, orang tua dan pelajar yang akan mengikuti ujian nasional (UN), mulai Senin (14/4/2014) besok. Petugas menertiban para pelajar yang tidak menggunakan waktu mereka untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian, tetapi justru cangkrukan atau bergadang di warung. Dalam razia tersebut, sebanyak 30 orang personil petugas kepolisian dikerahkan. Sedangkan sasaran yang disisir petugas adalah tempat mangkal remaja, diantaranya di sejumlah titik trotoar jalan protokol dan warung remang-remang kawasan lebak tumpang. Ada puluhan remaja yang berhasil dijaring. Mereka sempat diminta untuk menunjukkan kartu identitasnya. Tetapi tidak ada satupun yang diamankan. Mereka hanya diberikan pembinaan, agar segera pulang, karena sudah memasuki dini hari sumber:beritajatim.com
Read more ...

Friday, April 11, 2014

Ahmad Dhani Sudah Lama tak Nyoblos

JAKARTA
MUSISI Ahmad Dhani rupanya sudah lama tidak nyoblos. Setelah beberapa waktu golput, tahun ini Dhani berubah pikiran dan datang ke TPS. Kenapa? Menurut pentolan Republik Cinta Manajemen itu, dia ingin suaranya nanti bisa membawa harapan yang baik untuk Indonesia ke depan. Meski dia jujur mengaku tidak kenal dengan beberapa calon legislatif yang ada. ’’Kali ini saya nyoblos biar agak ada harapan lah Indonesia. Supaya jadi lebih baik,’’ ucapnya diplomatis saat ditemui di TPS 84, Keluharan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (9/4). Suami Mulan Jameela itu mengatakan terakhir kali dirinya nyoblos tahun 1992. ’’Saya sudah lama nggak nyoblos,’’ ungkapnya. Tak heran, jika dia mengaku bingung dan kikuk ketika memasuki proses pencoblosan. Seperti pemilih pemula. sumber:jpnn.com
Read more ...

Caleg di Bangli Belum Berani Sesumbar

BANGLI-BALI
Dari ratusan caleg yang bertarung dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April di Bangli, diprediksi akan sulit bagi Calon Anggota Legislatif (Caleg) yang mampu menembus Bilangan Pembagi Pemilih (BPP). Itu berarti mereka belum aman mendapat tiket langsung menuju gedung dewan. Pasalnya dari suara sementara yang dihitung sendiri masing-masing parpol, di semua Dapil, para Caleg rata-rata paling tinggi meraih suara 3.000-an. Padahal perkiraan jumlah BPP di tiap Daerah Pemilihan (Dapil) di Bangli berkisar pada angka 4.500 suara. Informasi yang dihimpun, Kamis (10/4), caleg yang bertarung di Dapil Kintamani Timur yang dikenal dengan sebutan ‘Dapil Neraka’ karena banyak turun caleg incumbent, rekor suara sementara masih dipegang politisi Golkar, I Nyoman Basma, SH yang mengklaim sudah mengantongi sekitar 2.600. Basma mengaku itu baru torehan hasil sementara, dan masih ada kemungkinan suaranya naik lagi, sebab belum final proses penghitungannya. Dari Partai Demokrat peraih suara terbanyak Dapil Kintamani Timur, dipegang Komang Carles. Ketua DPC Partai Demokrat Bangli yang caleg nomor urut 1 ini disebut-sebut memperoleh suara sekitar 2.418 dan masih dimungkinkan naik. Bahkan politisi asal Desa Batur ini, Kintamani ini, hasil sementara disebutkan mampu mengungguli kandidat incumbent Ketut Redana yang baru memperoleh sekitar 1.871 suara. Untuk Dapil Bangli-Tembuku kandidat incumbent yang juga Wakil Ketua DPRD Bangli, Made Sudiasa, caleg Partai Demokrat Nomer urut 11, hasil sementara berhasil jawara di internal partainya. Dia mengantongi sekitar 2.853 suara. Justru persaingan sengit terjadi di internal PDIP. Caleg-caleg Dapil Bangli-Tembuku ini terus saling kejar perolehan suara sementara. Di mana posisi teratas masih diduduki kandidat incumbent Ketut Suastika, berikutnya ditempel ketat Ketua DPRD Bangli, IB Mudarma, kandidat incumbent Wayan Subagan dan anggota DPRD Provinsi Bali yang kini tarung di tingkat Kabupaten Bangli, Kutha Parwata. “Hasil suara sementara caleg PDIP, ada yang mendekati hampir 4.000an. Tapi belum juga bisa menembus BPP, namun potensi ke arah itu ada,” terang Kutha Parwata. Kata Ketua DPC PDI P Bangli ini, untuk torehan BPP pihaknya belum berani memastikan secara pasti. Pasalnya, kejar-kejaran perolehan suara masih terus bersaing ketat dan saling geser jumlah suara. Di satu sisi, baik Nyoman Basma, Komang Carles dan Made Sudiasa mengakui itu hasil sementara dari rekapan timnya secara pribadi. Hingga tidak menutup kemungkinan hasil torehan suara itu terus mengalami peningkatan. “Peningkatan jumlah suara masih ada, karena sejumlah TPS datanya ada yang belum masuk untuk direkap,” papar Carles diamini Basma dan Made Sudiasa. sumber:nusabali.com
Read more ...

Suwandhi ‘Libas’ Dua Tokoh Puri

DENPASAR-BALI
Caleg incumbent nomor urut 1 DPRD Bali dari Golkar Dapil Denpasar, Ketut Suwandhi, membuktikan keperkasaannya di TPS ‘Neraka’ Banjar Belaluan Sadmerta, Desa Dangin Puri Kauh, Kecamatan Denpasar Timur dalam Pileg 2014. Di TPS yang dijuluki arena Kurusetra ini, Suwandhi keluar sebagai jawara dengan melibas dua tokoh Puri Satria Denpasar: Ida Ayu Manik (PDIP) dan AA Ngurah Wira Bima Wikrama (Demokrat). Ada dua TPS pencoblosan di Banjar Belaluan Sadmerta di mana Suwandhi (Wakil Ketua DPD I Golkar Bali yang juga Wakil Ketua DPRD Bali 2009-2014) nyoblos bersama AA Oka Ratmadi alias Cok Rat (tokoh Puri Satria yang Ketua DPD PDIP Bali sekaligus Ketua DPRD Bali), AA Ngurah Puspayoga (adik Cok Rat yang politisi PDIP mantan Wakil Gubernur Bali), Ida Ayu Manik (istri dari Cok Rat), dan Wira Bima Wikrama (putra mahkota Raja Denpasar IX, Ida Tjokorda Ngurah Jambe Samirana). Hebohnya, pada dua TPS di Banjar Sadmerta Belaluan yakni TPS 11 dan TPS 12, Suwandhi keluar sebagai jawara, dengan mempecundangi Ida Ayu Manik (caleg DPRD Bali dari PDIP Dapil Denpasar) dan Wira Bima Wikrama (caleg DPRD Bali dari Demokrat Dapil Denpasar). Di TPS 11, Suwandi mendominasi 64 suara, sementara Dayu Manik dan Wira Bima masing-masing hanya kebagian 43 suara dan 20 suara. Sedangkan di TPS 12 Belaluan Sadmerta, Suwandhi bahkan membukukan angka kemenangan mutlak. Mantan Ketua DPD II Golkar Denpasar ini mengantongi 101 suara di TPS 12, sementara Dayu Manik hanya kebagian 5 suara, dan Wira Bima cukup bangga dengan 27 suara. Buat sementara, perolehan suara Suwandhi di Dapil Denpasar untuk Pileg 2014, belum terbendung. Hingga Kamis (10/4), Suwandhi sudah mengantongi 15.711 suara. Hal itu diperoleh tim relawan Suwandhi berdasarkan laporan kartu C1 di TPS-TPS. “Yang sudah masuk 15.711 suara. Itu catatan relawan kami. Tapi, itu hasil sementara, kita tidak mau mendahului keputusan KPU. Kita tunggu pleno KPU saja,” ujar Suwandhi saat dikonfirmasi NusaBali, Kamis (10/4). Jika data ini akurat, berarti Suwandhi sudah jauh melampaui perolehan suaranya saat Pileg 2009 lalu. Ketika itu, politisi kawakan Golkar berjuluk ‘Jenderal Kota’ ini lolos ke kursi DPRD Bali dengan perolehan 13.167 suara. Di Dapil Denpasar, Suwandhi kala itu hanya kalah suara dari Cok Rat, yang lolos ke DPRD Bali dengan predikat the best karena mengantongi 18.462 suara. Tapi, dalam Pileg 2014 kali ini, Cok Rat maju perebutkan kursi DPD RI Dapil Bali. Sementara, para caleg incumbent DPRD Bali dari PDIP Denpasar juga diperkirakan akan melenggang mulus ke kursi Dewan hasil Pileg 2014. Caleg PDIP I Gusti Putu Budiartha, misalnya, hingga Kamis kemarin klaim sudah mengantongi 13.700 suara. Anggota Komisi II DPRD Bali ini merupakan satu-satunya caleg PDIP yang berstatus incumbent di Pileg 2014. Sedangkan dua rekan separtainya, Made Arjaya dan Cok Rat, tidak lagi maju berebut kursi DPRD Bali, karena meju sebagai calon DPD RI. Di Dapil Badung pun, para caleg incumbent DPRD Bali dilaporkan berjaya. Caleg PDIP Wayan Disel Astawa, misalnya, hingga Kamis sore sudah mengklaim kantongi 29.995 suara. Jumlah tersebut belum termasuk dari input seluruh TPS. “Ada dua kecamatan lagi belum masuk, yakni Kecamatan Kuta dan Kuta Utara,” tegas Disel Astawa kepada NusaBali. Disel Astawa merupakan caleg DPRD Bali jawara di Dapil Badung pada Pileg 2009 dengan 18.560 suara. Caleg incumbent DPRD Bali lainnya di Dapil Badung, IB Pada Kesuma (Golkar) juga sudah mengantongi 15.946 suara hingga kemarin petang. Sedangkan caleg incum,bent lainnya DPRD Bali dari Golkar Dapil Badung, Wayan Rawan Atmaja, mengklaim sudah dapat 11.000 suara. Hitung-hitungan relawan Rawan Atmaja belum masuk dari seluruh TPS. “Kami masih mengumpulkan terus karena di Badung Utara belum semuanya masuk,” ujar Rawan Atmaja. Rawan Atmaja (politisi Golkar asal Desa Bualu, Kecamatan Kuta Selatan) kejar- kejaran dengan rekan separtainya, Puspanegara yang klaim sudah memperoleh 10.222 suara. “Data sementara ini, saya fokus kawal suara sendiri saja dulu. Yang lain saya tidak tahu,” kilah Puspanegara. Sedangkan caleg incumbent DPRD Bali dari Demokrat Dapil Badung, AA Gede Gerana Putra, bahkan klaim sudah memperoleh 20.000 suara. Besan Bupati Badung AA Gde Agung ini mengatakan optimistis partainya bisa pertahankan dua kursi DPRD Bali dari Dapil Badung. “Semuanya masih proses penghitungan. Kami bisa nambah terus ini,” ujar Gerana Putra. Sementara itu, mamntan Bupati Tabanan yang kini Sekretaris DPD PDIP Bali, Nyoman Adi Wiryatama, dilaporkan hingga kemarin telah mendulang sekitar 49.000 suara untuk kursi DPRD Bali. Adi Wiryatama yang caleg nomor urut 1 DPRD Bali dari PDIP Dapil Tabanan menargetkan tembus ke kursi Dewan dengan 50.000 suara. Sumber NusaBali di lingkaran Adi Wiryatama menyebutkan, posisi ayah kandung Bupati Tabanan Puttu Eka Wiryastuti ini sudah aman untuk melenggang ke DPRD Bali. “Suara buat babe (Adi Wiryatama, red) cukuplah untuk jadi anggota DPRD Bali. Sampai saat ini sudah dapat 49.000 lebih,” ujar salah satu anggota tim sukses Adi Wiryatama, tadi malam. Jika benar, berarti Adi Wiryatama sudah tembus angka Bilangan Pembagi Pemilih (BPP). Asumsinya, jumlah pemilih di Tabanan dalam DPT 355.512 suara. Nila suara sah 80 persen, maka angka BPP DPRD Bali dari Dapil Tabanan sekitar 47.401 suara. Adi Wiryatama juga mengakui perolehan suara sementara masih terus bergerak. “Saat ini berdasarkan hitung-hitungan kami, raihan suara kurang lebih sudah tembus 50.000,” jelas calo Ketua DPRD Bali 2014-2019 ini. sumber:nusabali.com
Read more ...

Thursday, April 10, 2014

TPS di Lahan Pribadi Disorot

NEGARA-BALI
Tempat pemungutan suara (TPS) serangkaian Pileg 2014 di Kabupaten Jembrana, sudah mulai dipersiapkan Selasa (8/4) pagi, dan dicek kesiapannya oleh unsur Muspida Jembrana. Dari pengecekan itu, muncul sorotan terhadap keberadaan lokasi TPS yang berada di rumah pribadi. Rombongan Muspida Jembrana yang sempat melakukan pemantauan itu, terdiri dari Bupati Jembrana, I Putu Artha, Kapolres Jembrana, AKBP Harry Hariyadi, Kajari Negara, Teguh Subroto, Dandim 1617 Jembrana, Letkol Czi Vincentius Agung Cahya Kurniawan, serta Wabup Jembrana, I Made Kembang Hartawan. Mereka didampingi Ketua KPU Jembrana, I Gusti Ngurah Agus Darma Sanjaya. Pemantauan dilakukan di 8 titik TPS dari total 579 TPS se Kabupaten Jembrana. Dari 8 titik TPS yang dipantau, muncul beberapa sorotan. Di beberapa TPS itu, terpantau setingan aturan jarak yang tidak sesuai, termasuk ketersediaan fasilitas yang kurang memadai. Seperti di TPS di Bale Banjar Batuagung, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, Jembrana. Di TPS itu, sempat dilihat hanya 5 kursi yang disediakan untuk saksi. Padahal ada 12 parpol peserta. Selain itu, yang paling menjadi sorotan adalah TPS VIII Banyubiru, di Banjar Air Anakan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jembrana. Keberadaan TPS itu, menggunakan lahan pribadi milik warga setempat, Padayani, yang juga diketahui sebagai Ketua PPS TPS VII Banyubiru. Hal ini dikhawatirkan memicu masalah seperti keamanan serta polemik, sehingga KPU Jembrana disarankan mencari lokasi lain. “Kami sarankan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, KPU bisa memindahkannya ke tempat lain,” saran Bupati Artha. Sementara Ketua KPU Jembrana, Darmasanjaya, mengakui, akan mengevaluasi keberadaan TPS VIII Banyubiru itu. Namun menurutnya, dalam aturan, sebenarnya tidak ada larangan untuk membuat TPS di rumah pribadi milik warga. Asalkan tempat warga yang digunakan tidak berafiliasi dengan salah satu parpol tertentu. “Walaupun tidak ada larangan, ini dilakukan karena memang atas kajian tidak ada tempat lain. Tapi kami akan kaji lagi, dan kalau memang memungkinkan, kami akan pindah secepatnya,” katanya. Sedangkan, Divisi Pengawasan dan Hukum KPU Jembrana, Nengah Suardana, ditemui secara terpisah, mengakui, jika dari 579 TPS se Kabupaten Jembrana, ada sebanyak 17 TPS yang memang ditempatkan di lahan pribadi warga. “Itu tidak masalah, asalkan yang pemilik itu tidak beraplisiasi dengan parpol, dan itu ada perjanjiannya. Jadi kalau nanti ada masalah, perjanjian itu yang akan kita tunjukan,” ungkapnya. Sedangkan mengenai ditemuinya sejumlah penyimpangan masalah setingan aturan jarak serta ketersediaan fasilitas di beberapa TPS, dinyatakan memang sebenarnya diatur sedemikian rupa. Namun, penyetingan di beberapa TPS yang kebetulan dipantau kemarin, dikatakan belum sepenuhnya final. “Tadi memang kita dengar ada beberapa tidak sesuai. Tapi persiapan di beberapa TPS itu (yang sempat dipantau) belum selesai diatur, karena KPPS kebanyakan dari PNS, kebanyakan masih sementara, jadi sorenya ini baru persiapan penuh. Makanya sore ini, kita lakukan monitoring bersama Panwas, untuk mengetahui seperti apa kesiapan pastinya, apakah ada yang salah atau bagaimana,” jelasnya sumber:nusabali.com
Read more ...
Designed By Published.. Blogger Templates